Selasa dalam Pekan Khusus Adven, 23 Desember 2014


Mal 3: 1-4  +  Mzm  25  +  Luk 1: 57-66

 

 

 

Lectio :

Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.  Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.  Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.



Meditatio :

Datanglah Zakharia dan Elizabet beserta bayinya itu pada hari yang kedelapan untuk menyunatkannya; mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Mengapa karena pada saat itu, dan tentunya samasekarang ini keluarga laki-laki yang harus mendapatkan perhatian utama. Kita masuk dalam dunia patriakhal, sebaliknya kaum perempuan dan anak-anak masuk dalam kelas dua, dan kurang diperhitungkan.

Namun ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Itulah realitas kehidupan. Setiap orang diajak mengalir dalam arus jaman, dengan aneka aturan sosial yang mengikat. Elizabet adalah seorang tokoh yang berani melawan arus. Dia bertindak demikian, karena dia hendak mengutamakan kehendak Tuhan di atas segala peraturan manusia. Manusia boleh dan harus mengatur diri, tetapi kiranya kehendak Tuhan harus mendapatkan perhatian utama.

Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.  Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Zakharia juga berani melawan arus. Dia tidak bangga kalau namanya dikenakan pada anaknya yang baru lahir itu, tetapi dia lebih mengutamakan kehendak Allah. Dia tidak berani mencobai Allah lagi, sebab dia telah mendapatkan bukti, bahwa segala yang diucapkan Allah itu benar adanya.  Zakharia berusaha memberi yang terbaik bagi Allah.

Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.  Kelahiran Yohanes memang menggemparkan banyak orang. Bukti nyata, yang memang adalah anugerah Allah, dan bukannya hukuman sebagaimana yang diminta Zakharia, sungguh terjadi. Allah menjadikan segala-galanya baik adanya.

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Mereka tidak bisa mereka-reka, Karena siapakah yang bisa mengetahui pikiran Tuhan. Mereka beranggapan tangan Tuhan berkarya atas keluarga Zakharia dan Elizabet, terlebih atas kelahiran anaknya itu. Kalau Tuhan sudah ada pada pihak mereka, apa yang dapat kita lakukan terhadap mereka. Hanya mengamini kehendakNya yang ada dalam diri anak kecil itu akan mengamankan diri sendiri dan tak berlawanan dengan kehendakNya.

"Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah" (Mal 4:5-6). Apakah kehebatan Yohanes membaptis tidak mengingatkan mereka akan nubuat nabi Maleakhi? Apakah ada banyak mukjizat lain, sehingga mengesampingkan kelahiran Yohanes? Namun tak dapat disangkal  Zakahria yang berani mengutamakan kehendak Tuhan sang Pencipta mengingatkan banyak untuk kembali kepada keluarga, yang memang menjadi perhatian utama dalam diri setiap orang. Kelahiran Yohanes mengingatkan keluarga-keluarga untuk semakin menaruh perhatian kepada sang buah hati mereka sendiri.



Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat yang Kau limpahkan pada kami, kiranya kami semakin menyadari dan mengutamakan kehendakMu dalam kehidupan kami.  Puji dan syukur kepadaMu, ya Yesus. Amin



Contemplatio :

'Yesus, Kaulah Segala-galanya bagiku'.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening