Senin dalam Pekan Adven III, 15 Desember 2014


Bil 24: 2-17  +  Mzm 25  +  Mat 21: 23-27

 

 

 

Lectio :

Suatu hari Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.  Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?  Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi."  Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesus pun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu".

 

 

 

Meditatio :

'Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepadaMu?' tanya imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi kepada Yesus. Pertanyaan mereka itu tidak jelas memang; perbuatan apa yang telah dilakukanNya. Bukankah Dia sedang mengajar di bait Allah?

 'Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.  Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?,  tanya balik Yesus kepada mereka. Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: 'jikalau kita katakan: dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?  Tetapi jikalau kita katakan: dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi'. Sebuah jawaban yang sulit diberikan kepada sang Guru. Buah simalakama. Buah apa itu? Yang penting kita mengerti maksudnya.  Lalu mereka menjawab Yesus: 'kami tidak tahu'. Apakah  jawaban mereka itu sesulit pertanyaan:  boleh membayar pajak kepada kaisar atau tidak? Bukankah pertanyaan itu pernah mereka sampaikan juga kepada Yesus?

'Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu', sahut Yesus kepada mereka. Misalnya para imam dan tua-tua bangsa itu menjawab: bukan soal dari surga atau dari manusia, dia yang tidak makan dan minum itulah yang membuat kami ragu-ragu, apa Yesus akan menanggapi mereka juga? Namun lepas dari itu semua, memang mereka menolak kehadiran para nabi, dan sang Anak Manusia sendiri, karena kehadiran sang Ilahi itu tidak selalu sesuai dengan keinginan dan kemauan kita manusia. Kiranya kita pun tetap harus berani menerima kehadiran Kristus kedua yang membawa mahkota keselamatan, bila memang tidak sesuai dengan gambaran teologi dan pengetahuan iman kita. Segala pengetahuan iman itu baik adanya, kira yang tak dapat disangkal,  kepercayaan bahwa Da akan datang itu sungguh terjadi, dan layaknya kalau kita semakin merindukanNya, itulah yang harus menjadi pedoman hidup kita ini.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus, ajarilah kami untuk semakin setia menantikan kehadiranMu yang menyelamatkan; dan semoga kesetiaan itu juga kami tunjukkan dalam keseharian kami dengan tidak banyak menuntut sesama kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

Ketahuilah, kalau Aku melakukan semuanya berarti Kerajaan Surga sudah dekat padamu.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening