Senin dalam Pekan Khusus Adven, 22 Desember 2014


1Sam 1: 24-25 +  Mzm  +  Luk 1: 46-56

 

 

 

Lectio :

Kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.




Meditatio:

"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya". Maria bergembira dan bersukaria,  bukan karena dia telah berhasil melakukan sesuatu dengan sukses. Dia bergembira, karena Tuhan Allah memperhatikan dirinya, dan Maria sungguh-sungguh merasakannya. Dia menyelamatkan, karena Anak yang dikandungnya bernama Yesus.

'Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus'. Maria sadar akan mendapatkan banyak pujian, sekali lagi bukan karena kehebatannya, melainkan karya Allah sendiri pada dirinya. Maria sadar bahwa pujian diterimanya karena keberanian diri untuk mengamini kehendak Allah dalam dirinya.

'Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia'.  Keselamatan disampaikan, tidak diberikan kepada komunitas tertentu, melainkan kepada semua orang yang takut, hormat dan merunduk kepadaNya. 'Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa'. Semua dijungkirbalikan, karena tidak sesuai dengan keinginan Allah. Sulit dimengerti secara akal sehat, dan sepertinya tidak akan bisa terjadi, tetapi itulah yang akan dilakukan oleh Allah sendiri dengan kehadiran sang Anak Manusia ke tengah-tengah umatNya.

'Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya'. Israel tetap menjadi perhatianNya, karena Dia sayang kepada umatNya, dan terlebih Allah kita adalah Allah yang setia. Israel, bila tidak setia kepadaNya, akan digantikan oleh Israel baru, sisa-sisa Israel, bangsa yang tetap setia kepadaNya.

'Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka akupun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN', kata seorang perempuan yang mempersembahkan anaknya. Dia menerima yang baik, karena dia berani memintanya, tidaklah seperti Maria, yang tidak meminta tetapi mendapatkanNya. Namun begitu, perempuan itu adalah orang yang tahu berterima kasih. Allah telah memberi, maka dia mempersembahkan kembali segala yang dinikmatinya itu dalam kasih Bapa. Rasa syukur Maria tentu melebihi dari perempuan ini; sekali lagi karena Allah penuh kasih.




Oratio :

          Ya Yesus Kristus, kami memuliakan Engkau tidak hanya dengan ucapan bibir, tetapi melalui perbuatan dan sikap mengasihi sesama yang menderita, sebagai ungkapan syukur atas kasihMu yang begitu besar kepada kami. Amin



Contemplatio :

'Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya'






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening