Jumat dalam Pekan Biasa I, 16 Januari 2015


Ibr 4: 1-5  +  Mzm 78  +  Mrk 2: 1-12

 

 

 

Lectio

Suatu waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.  Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,  ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.  Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"  Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:  "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"  Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?  Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --:  "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"  Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

 

 

 

Meditatio

Suatu waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.  Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Banyak orang ingin mendengarkan Dia yang mengajar dengan penuh kuasa itu.  Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,  ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.  Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.  Hebat juga perjuangan mereka; dan tentunya bentuk rumahnya tidak seperti rumah kita yang memakai genteng. Ada kemauan ada jalan tentunya.

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!'.  Orang lumpuh ini mendapatkan pengampunan, karena iman sahabat-sahabat yang dengan jerih payah mencarikan yang terindah bagi seorang saudara yang sakit dan malang. Ini indahnya hidup bersaudara. Sesama saudara secara kodrati memang akan saling menolong dan membantu; dan tidak menghendaki saudaranya menderita.

'Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?', reaksi spontan dari  beberapa ahli Taurat yang duduk di dalam rumah itu. Sebuah pemikiran yang cerdas, yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang menguasai bidangnya. Sebab memang hanya Allah yang berkuasa mengampuni dosa. Allah sang Empunya kehidupan ini. Dia berkuasa atas hidup dan mati.  Yesus yang mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian,  Ia berkata kepada mereka: 'mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?'. Yesus tidak mempersalahkan mereka. Yesus mengkritisi pikiran mereka.  'Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?'. Secara logis, kata-kata  dosamu sudah diampuni lebih berat diucapkan, karena menunjukkan Dia yang berkata mempunyai kuasa yang luar biasa, yang mampu menanggung dan menggantikan dosa yang dimiliki seseorang, sedangkan kata-kata bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan menunjukkan kemampuan seseorang untuk menyembuhkan, tetapi tidak mengambil alih beban dari orang yang disembuhkan. Kualitas dari kata-kata itu sendiri yang membedakan satu dengan lainnya.

'Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa', tegas Yesus. Yesus menyatakan Siapakah diri sebenarnya, bahwa memang Dialah Anak Manusia, Allah yang menjadi manusia dan tinggal di antara umatNya. Anak Manusia berkuasa atas hidup ini. 'Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!', lanjut Yesus kepada orang lumpuh itu. Permintaan Yesus kembali amat sederhana: orang itu diminta pulang, dan tak perlu berlama-lama di situ. Yesus benar-benar berwibawa dan penuh kasih.  Orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu.  Apakah orang itu mengucapkan terima kasih dahulu sebelum pulang, apalagi mandok hata (memberi sambutan) di hadapan banyak orang, sang penulis Injil tidak mempersoalkannya. Dia diminta pulang, maka dia pun segera keluar dari ruangan itu. Semua orang yang melihatnya  takjub lalu memuliakan Allah, katanya: 'yang begini belum pernah kita lihat'.

Apakah kita juga termasuk orang-orang yang takjub terhadap segala yang indah dan baik yang dilimpahkan Tuhan kepada kita umatNya?

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, perteguh iman kami kepadaMu seperti para penggotong orang yang sakit lumpuh itu, agar kamipun cepat tanggap dan siap dalam membantu saudara-saudara kami yang sedang dalam penderitaan. Amin




Contemplatio :

'Ketahuilah, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa',

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening