Jumat dalam Pekan Biasa II, 23 Januari 2015


Ibr 8: 6-13  +  Mzm 85  +  Mrk 3: 13-19

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.  Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil  dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.  Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,  Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,  selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,  dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

 

 

Meditatio

Pada suatu kali naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.  Berapa orang yang dipanggilNya?  Berapa jumlah orang yang datang kepadaNya?  Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia.  Mengapa hanya duabelas orang? Kemungkinan besar Yesus memang hendak mengikuti tradisi Israel, yang mempunyai duabelas suku. Bukankah memang Yesus dating ke dunia guna melanjutkan dan menyempurnakan karya Allah yang telah dilakukan oleh banyak nabi dalam Perjanjian Lama?  Dalam Yesus sang Mesias,  karya penyelamatan Allah terhadap umat manusia mencapai puncaknya.  Mereka diutus-Nya memberitakan Injil. Sebab Injil adalah sabda dan kehendak Allah sendiri; dan hanya sabda dan kehendakNyalah yang menyelamatkan  kita umatNya, seluruh bangsaNya yang kudus; bukan aneka mukjizat dan berbagi bentuk belaskasihNya.  Mereka diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Mereka diberi kuasa untuk mengusir kuasa kegelapan, karena memang kuasa itulah yang membinasakan umat manusia. Kuasa itu bisa tampil dengan indah dan mempesona banyak orang, tetapi mereka menjerumuskan manusia kepada kebinasaan. Keindahan mereka adalah palsu. 

Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,  Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,  selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,  dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.  Yesus memanggil dengan nama mereka masing-masing, karena memang Yesus mengenal mereka satu per satu. Simon, yang diberi-Nya nama Petrus. Dengan mudahnya Yesus mengenal pribadi Simon Petrus. Apakah amat tampak dalam raut wajahnya?   Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus. Mengapa mereka berdua dipanggilNya secara serentak? Bukankah mereka satu keluarga? Apakah tidak dikuatirkan,  kalau mereka akan bersikap nepotis kelak dalam pengajaran?  Mereka berdua diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh. Apakah mereka berdua lebih keras dan tegar dari Simon? Apakah mereka amat emosional? Atau memang mereka begitu mudahnya menghilang dari setiap perjumpaan? Mereka yang lain adalah  Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,  dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia. Mengapa yang disebut bersaudara hanya Yakobus dan Yohanes, mengapa Andreas tidak disebut saudara dari Simon, dan bukankah Andreas yang membawa Simon kepadaNya?  Dalam perikop-perikop selanjutnya nanti, kita akan mendengar dengan baik: siapakah  Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas dan  Tadeus.  Yakobus anak Alfeus disebut secara khusus, demikian juga Simon orang Zelot, mengapa. Ada maksud?   Yudas Iskariot, yang memang pada akhirnya   mengkhianati Dia, sang Guru. Mengapa Yesus memilih Yudas, kalau sudah mengetahui siapakah Yudas anak Iskariot itu?  Kenapa semuanya itu bisa terjadi? Life is unpredictable.

'Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku' (Ibr 8: 10-11). Bila demikian, tidak mungkin lagikah orang jatuh dalam dosa?  Tidak perlu lagikah pewartaan Injil? Tuhan Yesus menjadikan segala-galanya baik adanya. Semenjak semula dalam penciptaan, Allah telah menciptakan segala-galanya baik adanya. Apalagi dengan kedatangan sang Mesias, yang mana Allah bukan saja menciptakan, tetapi juga memperbaharui dan menebusnya juga. Allah mengehdnaki segala-galanya baik adanya, dan kasihNya dilimpahakan kepada semua orang tanpa terkecuali.  Life is mistery.

 

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau selalu memilih dan memperhatikan semua orang tanpa terkecuali. Semoga InjilMu hari ini semakin mengingatkan kami, bahwa kami adalah orang-orang yang Engkau pilih dan selamatkan. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

Inilah para rasul kudus:  Simon, Yakobus,  Yohanes, Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,  dan Yudas Iskariot.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening