Kamis dalam Pekan Biasa I, 15 Januari 2015

Ibr 3: 7-14  +  Mzm 95  +  Mrk 1: 40-45

 

 

 

Lectio

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.  Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:  "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka."  Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

 

 

Meditatio

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya, ia memohon bantuan-Nya. Dari mana dia tahu sang Guru dari Nazaret itu? Katanya: 'kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku'. Sebuah permintaan yang menunjukkan kerendahan hati yang mendalam. Permohonan memang amat bermakna bagi seiap orang, terlebih bila bernada pengharapan akan sesuatu yang lebih baik. Permohonan yang percaya akan kebaikan dan kemurahan hati sang Pemberi.  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: 'Aku mau, jadilah engkau tahir'.  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Tuhan Yesus menjadikan segala-galanya baik adanya;  'yang bisu berkata-kata, yang timpang sembuh, yang lumpuh berjalan, yang buta melihat' (Mat 15: 31).

Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:  'ingatlah, anganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka'.  Yesus tidak berkata mari ikutilah aku untuk memberi kesaksian, seperti dikatakan kepada Petrus dan Andreas,  tetapi malahan melarang memberitahukan kepada siapapun. Mengapa Yesus melarangnya? Yesus hanya meminta mereka mematuhi hukum dan aturan yang telah tersurat bagi mereka yang telah mendapatkan kesembuhan. Hukum dan aturan bersama adalah kebutuhan konkrit dalam hidup bersama.

Orang itu pun pergi, memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. Apakah yang dilakukan orang yang tadinya sakit kusta itu sebuah dosa, karena tidak mentaati kehendak Yesus sang Guru? Bukankah semuanya itu malahan dilakukan dengan sengaja (bdk 1Yoh 5: 16)? Dia memang melawan kehendak Yesus, tetapi dia tidak memberontak melawan sang Empunya keselamatan. Sebaliknya dia malah mau berbagi keselamatan dengan orang lain, karena rahmat dan berkat Allah yang telah diterimanya. Orang kusta itu bukanlah berjiwa pemberontak, melainkan hendak berbagi kasih yang diterimanya dari sang Penyelamat. Orang itu adalah seorang Israel, tetapi tidak berjiwa pemberontak seperti nenek morangnya yang telah melihat perbuatan-perbuatan Allah tetapi selalu mencobai dan melawan Allah (Ibr 3: 9).

Kalau kita, adalah orang-orang yang tahu berterima kasih, karena memang telah menerima banyak rahmat dan berkat daripadaNya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami yang telah menerima rahmat dan berkat dariMu, kiranya mampu bersyukur dengan berbagi pengalaman indah bersamaMu, sehingga semakin banyak orang yang mengenal dan mengalami Engkau di dalam hidupnya. Amin

 

Contemplatio :

'Orang itupun pergi, memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat  lagi terang-terangan masuk ke dalam kota'.

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening