Minggu dalam Pekan Biasa II

18 Januari 2015

1Sam 3: 3-10  +  1Kor 6: 13-20  +  Yoh 1: 35-42

Lectio :

Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.  Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"  Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.  Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"  Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.  

Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."  Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Meditatio :

Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.  Sepertinya mereka kemarin juga berdiri di tempat yang sama; hanya saja sekarang mengapa Yohanes hanya bersama kedua muridnya, di mana meraka yang lain.  Ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: 'lihatlah Anak domba Allah!'.  Yesus terlihat oleh mereka, sepertinya tidak terlalu jauh Yesus lewat di hadapan mereka. Yohenes menunjukkan kepada mereka Siapakah Yesus itu. Dia adalah Anak Domba yang dipersembahkan kepada Allah guna menebus dosa umat manusia, sebagaimana kurban Paskah pada umumnya yang menjadi kurban pelunas dosa. Yesus, bukan saja Anak Domba yang dipersembahkan kepada Allah, tetapi juga Anak Domba milik Allah yang sengaja turun ke dunia hendak menjadi kurban tebusan bagi seluruh umatNya.

Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.  Yohanes tidak melarang mereka berdua meninggalkan dirinya, malahan memang secara sengaja Yohanes meminta mereka untuk mengikuti Yesus, karena memang Dialah Anak Manusia yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Yohanes sadar sungguh, bahwa dirinya hanyalah suara yang berseru-seru di padang gurun, sedangkan Dia yang datang sesudahnya, amatlah besar dan maha mulia. Membuka tali sandalNya pun Yohanes merasa tidak pantas. Tetapi Yesus menoleh ke belakang; karena tentunya Yesus merasa ada orang-orang yang mengikuti diriNya. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: 'apakah yang kamu cari?'.  MengapaYesus tidak bertanya mengapa kalian mengikuti Aku. Yesus tahu benar bahwa mereka sedang mencari sesuatu yang memberikan hidup. Mereka telah mencari sesuatu yang tidak ada orang lain yang mampu mengambil daripadanya.

'Guru, di manakah Engkau tinggal?', sahut para murid yang tidak menjawab pertanyaan sang Guru. Mereka ingin tahu di mana Yesus tinggal. 'Marilah dan kamu akan melihatnya', jawab Yesus langsung tanpa bertanya-tanya kembali alasan mereka, mengapa mereka mencari tahu di mana diriNya tinggal. Hanya dengan datang dan melihatnya sendiri mereka akan tahu di mana Yesus tinggal.  Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.  Di mana Yesus tinggal tidak diceritakan, tetapi tak dapat disangkal mereka telah menemukanNya dan tinggal bersama dengan sang Guru. Tinggal bersama Yesus memang bukan soal tempat. Tinggal bersama Yesus adalah soal kemauan untuk selalu berada bersama dengan Dia. Tinggal bersama Yesus adalah sebuah usaha untuk semakin mengenal Yesus dengan baik.

Kita berusaha tahap demi tahap mengenalNya, karena keterbatasan dan kelemahan diri dalam mengunyah dan memasukkan Sesuatu yang lebih besar dari hidup kita; kelemahan kita dalam merasakan kehadiran Tuhan. Amat berbeda, dan sangat berkebalikan dengan Dia yang Mahakuasa dan Kekal itu dalam mengenal kita, yang adalah ciptaanNya sendiri.  Betapa mudahnya Yesus berkata 'engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas', karena Dia mengenal ciptaanNya satu per satu. Samuel tidak dengan mudah mengenal Siapakah Dia yang memanggilnya secara istimewa itu (1Sam 3: 3-10), bila tidak diperkenalkan dahulu kepadanya siapakah yang memanggilnya. Demikian juga Simon yang tidak mengenal dengan mudah siapa Mesias yang telah ditemukan oleh Andreas saudaranya itu.  Eli dan Andreas adalah orang yang sama peran dalam memperkenalkan Tuhan Allah kepada Samuel dan Simon.

Tinggal bersama Yesus bukanlah soal tempat. Tinggal bersama Yesus menurut Paulus dalam suratnya yang pertama kepada umat di Korintus adalah usaha 'menjadikan  diri kita satu roh dengan Yesus sendiri (6: 17), sehingga bukanlah aku yang hidup dalam diriku, melainkan Kristuslah yang hidup dalam diriku (Gal 2: 20). Semuanya ini mengandaikan hidup seseorang akan mengalami sukacita dan damai; segala yang baik dan indah akan dirasakannya, walau tak dapat disangkal hujan dan panasnya terik matahari tetap akan dirasakan oleh setiap orang yang masih mengadakan perziarahan di dunia ini. Paulus mengajak kita untuk menjadikan diri kita ini satu dengan Kristus, karena memang tubuh kita ini bukan lagi milik diri kita sendiri. Kita telah dibeli dengan harga yang mahal, dan itu pun telah lunas (1Kor 6: 19-20).

Oratio :

Ya Yesus Kristus, berkat kasihMu yang besar Engkau rela datang ke dunia menebus dosa dan menyelamatkan kami. Kiranya kamipun semakin berani datang mendengarkan sabdaMu, mengenal dan tinggal bersamaMu dalam menikmati damai dan sukacita abadi. Amin




Contemplatio :

'Ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: 'lihatlah Anak domba Allah!'


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening