Rabu dalam Pekan Biasa II, 21 Januari 2015


Ibr 7: 15-17  +  Mzm 110  +  Mrk 3: 1-6

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.  Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.  Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"  Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja.  Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu.  Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Tentunya di hari Sabat Yesus masuk dalam rumah ibadat.  Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.  Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Titik tolaknya memang amat jelas, mereka mencari-cari kesalahan Yesus. Irihati dan cemburu sepertinya melatarbelakangi  tindakan dan perbuatan mereka. Tentunya ini semua berkebalikan dengan sikap Yohanes yang selalu menegaskan biarlah Dia semakin besar, sedangkan aku semakin kecil.

Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: 'mari, berdirilah di tengah!'.  Kemudian kata-Nya kepada mereka: 'manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'.  Yesus secara sengaja malahan menantang mereka semua. Yesus sepertinya hendak menampar mereka dengan sikap dan perbuatan mereka sendiri.  Tetapi mereka itu diam saja.  Mereka yang hendak mencari-cari kesalahan itu pasti sudah tahu jawaban yang harus diberikan.  Sebab memang mereka bukanlah orang-orang bodoh.  Ia berdukacita karena kedegilan mereka. Mengapa bangsa dan umat yang Kukasihi ini bersikap demikian. Mengapa orang-orang yang terpilih ini bersikap dan bertindak demikian jahat? Tidak merasakah mereka semua ini, bila Allah mengasihi dan menyayangi mereka?  Dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka; Yesus memandang mereka satu per satu. Tidak ada orang yang dilupakanNya.  Lalu Ia berkata kepada orang itu: 'ulurkanlah tanganmu!'. Orang itu mengulurkannya, dan sembuhlah tangannya itu.  Tuhan Yesus membuat segala-galanya indah adanya.  

Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia. Mengapa mereka marah? Apakah karena Yesus melanggar hari Sabat? Apakah karena mereka merasa diberi tamparan di depan banyak orang? Apakah karena mereka merasa bahwa Yesus melanggar tatanan hidup bersama? Apakah mereka sempat bahwa Yesus itu tidak tahu diri? Segala kehebatan yang dilakukan Yesus tidak pernah mereka pelajari, walau Dia datang menjawabi nubuat-nubuat Kitab Suci dalam Perjanjian Lama. Tidakkah orang-orang Farisi ini tidak memahami bahwa Yesus itu adalah Imam Agung seperti Melkhisedek sebagaimana tersurat dalam kitab Kejadian (Ibr 7). Mereka belajar tentang Kitab Suci tetapi tidak digunakan untuk hidup? Seorang Mesias yang baik itu adalah seorang yang mampu mengadakan pelbagai mukjizat, tetapi mengamini segala kemauan mereka. Itulah Mesias versi mereka sepertinya. Akhirnya, mereka merangkul Herodian, yakni mereka yang berkecimpung dalam dunia politik, karena kaum merekalah yang sekarang ini berkuasa atas bangsa Israel.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, jauhkanlah kami dari segala kesombongan dan keterikatan dengan aturan dan hukum, tetapi biarlah kami sungguh-sungguh mengerti dan memahami sabdaMu serta melakukan kehendakMu yakni berani menolong sesama di saat mereka membutuhkannya. Mampukanlah kami, ya Yesus, untuk selalu melakukan perbuatan kasih diatas segala-galanya. 

Santa Agnes, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Mereka mengamat-amati Yesus, kalau -kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening