Sabtu dalam Pekan Biasa I, 17 Januari 2015


Ibr 4: 12-16  +  Mzm 19  +  Mrk 2: 13-17

 

 

 

Lectio

Suatu waktu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.  Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.  Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

 

Meditatio

Suatu waktu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.  Apa isi pengajaranNya tidak diceritakan oleh Markus, tetapi yang pasti pengajaranNya menarik hati banyak orang, karena mereka semua datang dengan penuh semangat. Apakah pada waktu Dia mengajar tidak ada orang yang datang kepadaNya memohon kesembuhan? Apakah sudah tidak ada lagi orang yang sakit, sehingga tidak ada yang memohonNya?

Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: 'ikutlah Aku!'. Entah siapa yang memberitahu, kalau orang itu adalah Lewi, anak Alfeus. Tentunya Dia yang tahu segalanya, karena memang Dia adalah Tuhan Allah yang pasti mengenal dengan baik semua orang ciptaanNya. 'Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya'  (Ibr 4: 13).  Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.  Apakah dia adalah Matius sebagaimana diceritakan dalam Injil Matius? No problem,  kita tanya besok, kalau kita berjumpa dengannya. Mengikuti kemana tidak diceritakan memang. Namun tak dapat disangkal, Dia membiarkan Lewi singgah terlebih dahulu ke rumahnya. Apakah dia pamit kepada keluarganya atau sekedar makan siang terlebih dahulu? Bagaimana dengan banyak orang yang terus mengikutiNya?

Ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.  Tampaknya mereka yang mengikuti Yesus secara sengaja memisahkan diri ketika Yesus bersama para muridNya singgah di rumah Lewi. Mereka hanya memandang dari jauh semua yang dilakukan Yesus bersama para muridNya.  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: 'mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Mereka bertanya demikian, apakah mereka lupa apa yang dikatakan Yesus kemarin bahwa Anak berkuasa untuk mengampuni dosa? Atau memang mereka yang mengikuti sudah berbeda orangnya? Tapi tak dapat disangkal memang, sulit untuk dipahami bila ada seorang Guru, sekaliber Yesus, mau makan bersama dengan kaum berdosa. Bukankah Yesus sebaiknya makan bersama dengan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi? Yesus menghayati sungguh makna blusukan, walau Dia bukan seorang Jawa Timur. Yesus menjadi sesama bagi orang lain, bukan mereka yang tinggi jabatannya daripadaNya, atau setara, melainkan dengan mereka yang berada di bawahNya, yakni kaum pendosa, yang harus dijauhi banyak orang, sebagaimana tersurat dalam kitab-kitab para nabi. 'Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik' (Mzm 37: 27), sebab 'mereka seperti sekam yang ditiupkan angin, mereka  tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar' (Mzm 1: 4-5).

Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: 'bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'. Amat tegas penyataan Yesus. Sebab Dia datang memang bukan sebagai Penghibur orang yang berduka dan pemberi roti bagi mereka yang lapar, bukan sebagai pembuat mukjizat, walau semua itu memang bisa dilakukan, melainkan sebagai seorang Penyelamat. Orang-orang yang merindukan keselamatan adalah mereka yang dapat menikmati kehadiranNya.

Bila demikian, mari kita datang kepadaNya, dan merasakan kehadiranNya, karena memang kita adalah orang-orang yang merindukan keselamatan ilahi.  'Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.  Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya' (Ibr 4: 15-16)

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, dalam bersosialisasi kamipun mungkin sering tanpa sadar membuat pengelompokan atau mengkotak-kotakan seseorang. Dampingi dan berilah kami kerendahan hati agar dapat bergaul dengan siapapun, dan mampu merasakan dan menikmati kehadiranMu di dalamnya lewat sesama kami. Amin




Contemplatio :

'Ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-muridNya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening