Sabtu sesudah Penampakan Tuhan, 10 Januari 2015


1Yoh 5: 14-21  +  Mzm 149  +  Yoh 3: 22-30

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.  Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,  sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.  Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.  Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."  Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.  Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.  Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil".

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.  Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,  sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. Di mana itu, kita tidak bisa membayangkan. Minimal kita bisa melihat peta tempat-tempat yang disebutkan tadi.  Timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Mana yang lebih menyucikan? Baptisan Yohanes atau baptisan Yesus? Apakah baptisan Yesus juga menggunakan rumusan Tritunggal sebagaimana dilakukan oleh Gereja umat Allah?  Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: 'Guru, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya'. Sebuah protes diajukan kepada Yohanes. Mengapa Orang itu juga membaptis, bukankah Dia belum pernah menyatakan secara tegas Siapakah DiriNya?  

'Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga', tegas Yohanes kepada para muridnya. Tidak ada orang yang mampu melakukan sesuatu di luar rahmat dan berkat yang diterimanya dari surga, dari Allah. Allah telah membekali setiap orang sesuai dengan rahmat dan kasihNya. Itulah yang dilakukan oleh Orang yang sekarang juga membaptis seperti aku, tegas Yohanes sepertinya. Tanpa ragu Yohanes malah menegaskan:  'kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya'. Penyataan Yohanes benar-benar menyatakan bahwaa Orang itulah yang memang kalian tunggu-tunggu. Dialah yang memang benar-benar membaptis, bukan sekedar baptisan pertobatan, melainkan baptisan yang mengangkat setiap orang untuk menjadi putera-puteri Bapa di surga.  'Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu'. Dia itu adalah Allah, yang memang telah Ada sebelum adanya waktu. Dialah sang Mempelai laki-laki, Sang Pemilik mempelai perempuan. Dia itu adalah sang Penciptaan dari seluruh ciptaan. Dialah Allah sang Empunya seluruh umat manusia. Aku sangat bergembira, karena memang Dia yang telah kupersiapkan kedatanganNya telah sampai dan ada di tengah-tengah kita, kata Yohanes.  'Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil'. Yohanes sama sekali tidak gelisah dengan kehadiran Anak Manusia, malah sepertinya Yohanes merasa bangga, karena Yang dipersiapkan kedatanganNya telah ada di tengah-tengah umatNya.

Dialah Yesus, Anak Allah yang menjadi Manusia. 'Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal' (1Yoh 5: 21). Dia adalah Allah yang ada di tengah-tengah umatNya. Kata-kata seperti inilah yang diucapkan Yohanes kepada para muridnya; tidak berbeda jauh dengan bahasa tersirat dari ketiga orang majus dari Timur,  yang menyatakan bahwa Dia Raja Yahudi telah lahir di tengah-tengah bangsaNya. Di tengah-tengahmu ada Seorang Penyelamat, yakni Kristus Tuhan. Itulah yang dikatakan orang-orang majus kepada Herodes dan seluruh umat Yerusalem; dan itulah yang juga yang dikatakan para malaikat kepada para gembala, bahwa hari ini telah lahir bagimu seorang Penyelamat, Kristus Tuhan.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau mengawali karyaMu di tengah-tengah kami. Buatlah kami untuk merasakan bahwa Engkau memang hadir dan tinggal di antara kami.

 

 

Contemplatio :

 

'Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening