Selasa dalam Pekan Biasa III, 27 Januari 2015


Ibr 10: 1-10  +  Mzm 40  +  Mrk 3: 31-35

 

 

 

Lectio

Suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.  Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."  Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"  Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!  Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

 

 

 

Meditatio

Suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Maria dan saudara-saudari Yesus datang. Saudara dan saudari yang mana? Adakah adik-adik Yesus? Atau saudara dan saudari dalam arti yang luas?  Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Mereka tidak bisa langsung masuk kemungkinan besar karena banyaknya orang, sebagaimana yang kita ingat kemarin ketika ada orang menurunkan orang sakit dengan tandu dari atap atas rumah.  Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: 'lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau'. Mengapa mereka yang tahu bahwa ada ibu dan dan saudara-saudariNya tidak mengajak mereka masuk? Di mana letak penghormatan dan terima kasih mereka terhadap Yesus dan keluarga, bukankah keluarga amat mendapatkan perhatian? Apakah karena yang datang adalah seorang Maria, dan bukan Yusuf? Apakah kalau Yusuf datang juga akan dikatakan seperti itu?

'Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?, sahut Yesus kepada mereka. 'Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!', kata Yesus sambil memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya. 'Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku', tegas Yesus. Ibu dan saudara-saudari Yesus, bukanlah sebatas persaudaraan biologis, karena satu keluarga atau hidup bertetangga dalam satu wilayah, melainkan karena Tuhan Allah sendiri. Semua orang yang melakukan sabda dan kehendak Tuhan Allah adalah saudara dan saudari Yesus. Lalu siapakah teman-teman dan sahabat Yesus?

Kenapa sabda dan kehendak Allah menyatukan semua orang? Karena sabda dan kehendak Allah adalah penyataan diri Allah sendiri. Allah yang tak kelihatan itu dapat dirasakan kehadiranNya secara inderawi itu dalam sabda dan kehendakNya. Berkata dan sabdaNya, juga Dia hadir dalam KomuniNya yang kudus, sebab Ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya adalah peristiwa sabda. Karena Allah itu kudus, maka 'berkat kehendak-Nyalah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya' (Ibr 10: 10). Karena itu, sungguh benarlah apa yang dinyatakan Yesus, bahwasannya kita semua disatukan dan diselamatkan, bukan karena relasi kekeluargaan, melainkan karena kita orang-orang yang disatukan oleh Allah, melalui sabda dan kehendakNya. Kita adalah orang-orang yang satu dan selamat.

Tugas kita sekarang ialah, bila kita memang ini satu dan selamat, siapkah kita menerima sesama kita apa adanya?





Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukanlah kami agar tidak pilih kasih dalam bergaul dengan sesama, tetapi mampu melihat setiap orang sebagai saudara-saudari kami, karena berkat sabda dan kehendakMu kami juga Engkau persatukan melalui Ekaristi menjadi satu keluarga. Amin




Contemplatio

'Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu'.

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening