Senin dalam Pekan Biasa I, 12 Januari 2015


Ibr 1: 1-6  +  Mzm 97  +  Mrk 1: 14-20

 

 

 

Lectio

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,  kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"  Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."  Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.  Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

 

 

 

Meditatio

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,  kata-Nya: 'waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!'.  Mengapa hampir sama pewartaannya dengan Yohanes yang menyerukan: 'bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu?' (Mrk 1: 4) Bukankah memang Yesus melanjutkan karya pelayanan Yohanes, atau Yohanes mendahului karya penyelamatan sang Anak Manusia? Malahan menang tak dapat disangkal Yesus dalam pewartaanNya ini menyatakan  waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat.  Namun mengapa Yesus menyatakan sudah dekat, bukankah Dia sendiri adalah wujud nyata datangNya KerajaanNya yang mulia itu? Mengapa Yesus tidak berkata Kerajaan Allah sudah datang dan ada di antara kamu?

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.  Yesus berkata kepada mereka: 'mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia'.  Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.  Inilah hidup iman itu. Tanpa banyak tanya dan komentar langsung mengikuti Dia yang memanggilnya. Namun darimana mereka mengetahui bahwa yang memanggil itu adalah Yesus, Allah yang menyelamatkan? Mengapa mereka juga tidak tanya apakah arti penjala manusia itu? Iman itu sepertinya meninggalkan segala yang dimiliki dan mengikuti Dia, sang Empunya kehidupan.  

Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. Hal yang sama yang dialami Yohanes dan Yakobus, mereka meninggalkan segala yang dimiliki, bahkan orangtuanya dan mengikuti Dia, sang Empunya kehidupan.

Apakah para murid sudah tahu dengan baik, bahwa Dia yang memanggil mereka itu adalah 'cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,  jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka' (Ibr 1). Kalau Yohanes dapat mendengarkan suara dari langit yang terkoyak Engkau Anak yang Kukasihi, sebagaimana kita renungkan kemarian, apakah para murid mengerti dengan baik bahwa 'semua malaikat Allah harus menyembah Dia?'. Para murid tentunya tidak tahu semuanya itu. Para murid benar-benar awam dalam hal ini.

Namun tak dapat disangkal karunia yang indah yang pada waktu itu belum dianugerahkan kepada para murid, kini telah kita kenal dan kita rasakan. Kita semua tahu siapakah Yesus Kristus, Putera Allah yang hidup itu. kita malahan telah diangkat menjad putera-puteri Allah Bapa yang kudus, berkat sang Putera sendiri. Rahmat dan berkat yang indah mendahului pemahaman kita tentang Dia. Kasih Allah mendahului kita untuk semakin mengenalNya. Sebab memang seharusnya orang yang mengenal Allah lebih mendalam menikmati kasihNya, tetapi semua terbalik, yakni bahwasannya Allah mendahului mengasihi kita, karena memang Allah adalah kasih, yang semuanya dilakukan oleh dan dalam Yesus Kristus.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah agar kamipun beriman tanpa membatasi diri pada banyaknya pertanyaan dalam mengiyakan sabdaMu. Sebaliknya kami berusaha untuk mengutamakan warta keselamatan bagi sesama dalam karya pelayanan kami masing-masing. Amin

 

 

Contemplatio :

'Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.'

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening