Senin dalam Pekan Biasa II, 19 Januari 2015


Ibr 5: 1-10  +  Mzm 110  +  Mrk 2: 18-22

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.  Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.  Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.  Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

 

 

Meditatio

Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: 'mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?'. Berani juga mereka bertanya demikian. Bukankah berpuasa atau tidak itu kebijakan seorang guru terhadap para muridnya? Dan mengapa memang Yesus tidak menganjurkan para muridNya berpuasa? Adakah maksud tersembunyi dari sang Guru? Apakah dengan pertanyaan ini boleh diartikan keberadaan Yesus benar-benar diperhitungkan di tengah-tengah mereka?  Jawab Yesus kepada mereka: 'dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.  Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Bagaimana memang seorang sahabat pengantin tidak makan dan minum bila memang dia berada dalam pesta perkawinan? Dia rela datang ke pesta perkawinan, tentunya dia merelakan diri bergembira dan bersukaria bersama sang pengantin. Sungguh tidak layak dan pantas, kalau dia menjadikan pesta perkawinan sebagai pesta berkabung, karena duka cita dan kesedihan yang dialaminya.

Berpuasa terjadi bila memang sang Pengantin tidak ada bersama dengan mereka. Berpuasa dalam tradisi Katolik adalah bila seseorang tidak bersama Kristus. Berpuasa dilakukan hanya bagi Kristus. Berpuasa yang tidak demi Kristus tidak mendatangkan berkat dan keselamatan, karena memang keselamatan itu hanya berasal dari Tuhan. Segala sesuatu yang kita lakukan demi Tuhan itulah yang mendatangkan keselamatan. Kita dapat bernubuat, kita dapat mengadakan mukjizat dan kita dapat mengajar tetapi kita tidak melakukannya demi Dia sang empunya kehidupan, maka semuanya itu akan sia-sia, dan bahkan mengkondisikan kita untuk serentak melakukan kejahatan (Mat 7: 22-23). Berpuasa yang benar bukanlah soal waktu, melainkan sebuah pemberian diri untuk tidak makan dan minum yang dipersembahkan kepada Tuhan Yesus Kristus sang Penyelamat. Akhirnya saya harus berpuasa dan menyangkal diri untuk mendapatkan keselamatan yang hanya berasal dari Kristus. Puasa yang saya lakukan adalah puasa yang dikehendaki Kristus sendiri, yakni puasa demi Kristus.  

'Anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula'. Orang-orang yang berani menerima Kristus adalah mereka yang hidup seperti Kristus, memperbaharui dirinya dalam Kristus. Sebab memang Yesus Kristus 'menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya' (Ibr1: 9). Keselamatan diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali, tetapi sungguh dapat dinikmati dan dirasakan oleh mereka yang percaya dan taat kepadaNya.

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, biarlah apa yang kami lakukan adalah persembahan diri seperti yang Engkau sendiri kehendaki. Perbaharui hidup kami dan juga setiap orang yang percaya kepadaMu, agar dapat menikmati keselamatan daripadaMu. Amin

 

 

Contemplatio :

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka?'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening