Senin dalam Pekan Biasa III, 26 Januari 2015

Ibr 9: 24-28  +  Mzm 98  +  Mrk 3: 22-30

 

 

 

Lectio

Suatu hari ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."  Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?  Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,  dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.  Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.  Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.  Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."  Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

 

 

Meditatio

Suatu hari ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: 'Ia kerasukan Beelzebul  dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan'. Begitulah komentar orang-orang pandai, yakni mereka orang ibukota Yerusalem, metropolitan, dan ahli dalam Kitab Suci. Entah apa dasar mereka berkata-kata demikian tentang Yesus. Apakah ada tanda-tanda bahwa Yesus berkompromi dengan kuasa kegelapan? Namun apakah mungkin memang seorang Tuhan, sang Terang kehidupan itu berkoalisi dengan kuasa kegelapan? Ataukah memang mereka ini dihinggapi kecemburuan yang mendalam terhadap kehadiran dan peran Yesus? Mendengar komentar mereka, Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: 'bagaimana iblis dapat mengusir iblis?  Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,  dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya'. Tentunya kuasa kegelapan juga belajar tentang manajemen perusahaan, sebab bagaimana memang perusahaan akan utuh, kalau sesama anggotanya saling menjegal? Negara kitapun bagaimana bisa utuh kalau sesama lembaga saling menjatuhkan sebagaimana sedang terjadi sekarang ini, antara KPK dan Kepolisian?  'Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu'. Yang lebih kuat pasti menang terhadap mereka yang lemah. Penyataan Yesus menegaskan bahwa kuasa Allah itu lebih kuat dari kuasa kegelapan. Dia berkuasa atas hidup dan mati. Dia telah mengorbankan hidupnya satu kali untuk selama-lamanya dan menganugerahkan keselamatan bagi semua orang yang mengharapkannya (Ibr 9).  Dia mampu 'membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka' (Luk 12: 5). Karena memang seluruh ciptaan berada dalam kuasaNya.

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan; tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal'. Sebagaimana seseorang mendapatkan keselamatan bila memang dia menolak sang Pemberi keselamatan. Dia sang Penyelamat ditolak dan dilawannya. Itulah dosa melawan Roh Kudus, melawan Allah sendiri.

 




Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingi dan berilah kami iman yang sejati agar dapat melihat setiap perbuatan baik sebagai tanda kehadiranMu yang ada di sekitar kami, bahwa Engkau rela wafat demi menyelamatkan kami, sebab Engkaulah Penyelamat, yang berkuasa atas hidup dan mati.

Santo Timotius dan Titus, doakanlah kami. Amin

 



Contemplatio

'Ia kerasukan Beelzebul dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening