Senin sesudah Penampakan Tuhan, 5 Januari 2015


1Yoh 3:22 – 4:6  +  Mzm 2  +  Mat 4: 12-17.23-25

 

 

 

Lectio

Ketika Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:  "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Di seluruh Galilea Yesus pun berkeliling; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.  Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.  Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

 

 

 

Meditatio

Ketika Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:  'tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang'. Tentunya mereka yang mempelajari ilmu bumi, mereka yang beberapa kali berkeliling ke tanah suci dapat membayangkan di mana daerah-daerah yang diceritakan dalam Injil hari ini. Namun yang tak dapat disangkal, yang kiranya menjadi pemahaman kita bersama adalah bahwa Yesus datang untuk mewartakan kabar sukacita Allah, yang memberi pengharapan bagi mereka yang jauh dari keselamatan. Sebab Terang yang besar telah terbit bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut. Yesus datang membawa keselamatan dan sukacita bagi mereka yang benar-benar mengharapkanNya.  

'Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!'. Inilah pewartaan yang disampaikan Yesus kepada umat manusia. Dia membagi-bagikan keselamatan, tetapi tidak sama dengan bila kita membagi-bagikan roti atau benda-benda lainnya. Kita akan menikmati sukacita ilahi, bila kita sendiri berani mendengarkan sabdaNya dan melakukannya, yakni dengan meninggalkan segala sikap dan perbuatan yang mencari kepuasan diri. Orang yang mendengarkan sabda Tuhan wajib hukumnya untuk berani mengendalikan dan menyangkal diri. Inilah pertobatan demi Kerajaan Surga, di mana Allah sendiri yang meraja.

Di seluruh Galilea Yesus pun berkeliling; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.  Namun tak dapat disangkal, Yesus juga berbagi rahmat dan kasihNya secara Cuma-Cuma; salah satu wujudnya adalah dengan menyembuhkan banyak orang. Tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.  Mereka pun banyak yang mendapatkan rahmat dan berkatNya, yang tentunya berbeda yang satu dengan lainnya.  Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. Apakah mereka terus-menerus mengikuti sang Anak Manusia? Atau sampai manakah mereka beramai-ramai mengikutiNya? Tidak diceritakan memang, tetapi mereka memang mengikuti terus.

 

 

 

Collatio :

Bila kita ditanya banyak orang, mengapa kita mengikuti Yesus, apa yang kita cari? Apakah kita mencari keselamatan yang memang menantang kita untuk berani bertobat demi Kerajaan Allah? Atau mencari Dia hanya untuk mendapatkan kesembuhan, aneka mukjizat yang lain? Kami ingin mendapatkan dua-duanya, mungkin adalah jawaban yang paling nyaman. Sepertinya jawaban itu benar adanya, tetapi sebaliknya tetap dituntut adanya usaha, minimal dia harus berjalan jauh seperti yang dialami oleh orang-orang yang datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. Keberhasilan dan kesuksesan benar-benar terasa indah, bila merupakan hasil jerih payah jiwa raga.

Demikian juga tentunya pertobatan merupakan usaha seorang anak manusia dalam mengejar keselamataan. Apakah kita yang sudah mengenal Kristus masih memerlukan pertobatan dan penyangkalan diri? Berhubung kita mengenalNya, maka kita diminta untuk terus berani memperbaharui diri, sebab roh itu penurut dan daging itu lemah (Mark 14:38c); di mana pengenalan kita akan keselamatan bisa luntur dan tak berdaya guna karena kecenderungan insani yang begitu kuat dalam diri ini. Keberanian kita untuk selalu bertobat diteguhkan oleh Yohanes sendiri dalam suranya yang pertama dengan mengatakan: 'apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, bila kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya'. Perintah itu tidak lain dan tidak bukan adalah semakin hari semakin  'percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi'. Dan kiranya rahmat terindah yang akan kita peroleh bila kita selalu melakukan perintahNya adalah kita akan diijinkan 'diam di dalam Allah dan Allah di dalam kita'. Sukacita sejati adalah bukan sebatas kita beroleh kesembuhan dan aneka mukjizat boleh kita nikmati, melainkan kita ada selalu bersama Allah.

\

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, dampingilah kami dalam memikul salib kehidupan kami, agar tetap dikuatkan dalam mengikuti dan melakukan sabdaMu, sehingga kelak kami dapat menikmati keselamatan bersamaMu. Amin

 

 

Contemplatio :

'Bertobatlah, sebab kerajaan Sorga sudah dekat.'

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening