Jumat dalam Pekan Biasa IV, 6 Februari 2015

Ibr 13: 1-8  +  Mzm 27  +  Mrk 6: 14-29

 

 

 

Lectio

Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."  Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu."  Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."  Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.  Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"  Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,  sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.  Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",  lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"  Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"  Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.  Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.  Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

 

 

Meditatio

Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal.  Yesus namanya dikenal orang memang, mengingat karya pengajaranNya yang penuh kuasa. Dia adalah satu-satunya Orang hebat, dan tidak seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat dalam pengajaran.  Dia adalah Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia; bahkan Dia lebih hebat daripada Yohanes. Dia itu Elia!  Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.

'Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi', komentar Herodes ketika dia mendengarNya. Herodes begitu teringat kepada Yohanes, karena  memang dirinyalah  yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Herodeslah juga yang membunuh Yohanes Pembaptis. Herodeslah tokoh intelektual yang menghabisi Yohanes.

'Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!', teguran Yohanes kepada Herodes inilah  sempat didengar oleh Herodias.  Teguran inilah yang membuat telinga si perempuan ini berang. Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia. Martabatnya terasa direndahkan oleh Yohanes. Apakah Herodias ini sekejam dan galak seperti Izebel yang mengejar dan mengancam Elia? Herodias mengalami kesulitan untuk membunuh Yohanes,  sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci. Herodes tidak setuju dengan rencana jahat itu. Herodes  melindunginya.  Setiap kali Herodes  mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Kehadiran seorang nabi memang menggoyangkan hati banyak orang.

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.  Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: 'minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!',  lalu bersumpah kepadanya: 'apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!'.  Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: 'apa yang harus kuminta?'.  Jawabnya: 'kepala Yohanes Pembaptis!'.  Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta:  'aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!'.  Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.  Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.  Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Kecantikan seorang perempuan

Kelembutan seorang gadis

Kemapanan hidup seseorang penguasa

Kenyamanan dan kekuasaan yang dimiliki

Martabat dan gengsi seorang pemimpin

Semuanya itu bercampur melawan seorang yang tak berdaya, yang ditahan tanpa pembela. Semuanya bercampur dalam kegeraman yang dilandasi egoisme diri. Itulah yang terjadi dalam persitiwa pada saat itu.

Amatlah baiklah kalau kita memelihara persaudaraan, tegas surat Paulus kepada umat Ibrani (Ib 13: 1). Kita dapat mengenal orang lain dengan tepat dan benar, bila kita berani melihat sesama sebagai saudara. Aku dan engkau, sama-sama di dalam nama Yesus Kristus yang menyatukan, dalam nama Tuhan yang menciptakan dan menyelamatkan kita semua tanpa terkecuali. Kita pun akan semakin mengenal Yesus Kristus dengan baik, bukan Yohanes Pembaptis, bukan  Elia, bukan juga seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu, bila kita memang berani mendengarkan Dia dan tinggal selalu bersamaNya.






Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami untuk menyuarakan kebenaran, sekalipun kami menghadapi kemapanan, kenyamanan ataupun kekuasaan sekalipun, serta berani melihat sesama sebagai satu saudara di dalam namaMu.

Santo Paulus, doakanlah kami. Amin




Contemplatio

'Engkaulah Kristus, Putera Allah yang hidup'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening