Jumat sesudah Rabu Abu, 20 Februari 2015

Yes 58: 1-9  +  Mzm 51  +  Mat 9: 14-15

 

 

Lectio

Sewaktu mengajar datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"  Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa".

 

 

 

Meditatio

'Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?', tanya para murid Yohanes kepada Yesus. Mereka bertanya karena tidak tahu alasan para murid Yesus tidak berpuasa, atau karena kecemburuan? Menanggapi pertanyaan mereka Yesus berkata: 'dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Selama ada bersama Yesus, sang Pengantin, setiap murid Yesus tidak perlu berpuasa. Sebab ada bersama Dia berarti Dia bersama kita, dan kita dalam penyertaanNya.

Kapan sang Pengantin diambil dari kita? Ketika kita tidak bersama dengan Dia, dan Dia tidak bersama kita. Kita tidak berani bersama-sama dengan Dia ketika Dia mulai memasuki bukit Golgota, sampai  Yesus berkata kepada para muridNya: tidak kuatkah kalian berjaga bersama Aku? (bdk. Mat 26: 40) Tidak banyak orang yang bersama-samaNya ketika Dia mulai memanggul salibNya menuju puncak belaskasih Allah. Banyak orang menghindar. Puasa mengandaikan kita mengendalikan diri dan tidak mencari kepuasan jiwa raga, yang menjauhkan kita daripadaNya. Dia yang pernah memanggul Salib, kini dengan berpuasa kita diminta memanggul salib dengan melatih dan menerima segala yang tidak mengenakkan dan tidak kita sukai. Berpuasa berarti menerima kenyataan yang tidak mengenakkan dan kita hindari; kita harus berpuasa dan berpantang, karena semuanya itu biasanya kita hindari dan kita buang jauh-jauh, tetapi sekarang harus kita rasakan dan kita hidupi.

Contoh konkritnya, seperti dikatakan Tuhan Allah sendiri melalui nabi Yesaya: 'berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,  supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!'. Semuanya ini sepertinya tidak kita sukai, tetapi sekarang harus kita lakukan. Semuanya itu tidak kita sukai, karena kita harus melawan kepuasan diri dan keinginan untuk mencari menangnya sendiri sebagai orang yang mempunyai kuasa. Namun sukacita diperoleh oleh setiap orang yang berani melakukannya. Sebab 'pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.  Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah' (Yes 58).

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar semakin mengerti arti puasa dalam mengikut Engkau, bukan sekedar tidak makan dan minum tetapi lebih-lebih dalam mengendalikan diri dan perubahan sikap hidup kami. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening