Kamis dalam Pekan Biasa IV, 5 Februari 2015

Ibr 12: 18-24  +  Mzm 48  +  Mrk 6: 7-13

 

 

 

Lectio

Suatu hari  Yesus  memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."  Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari  Yesus  memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Mengapa mereka berdua-dua? Kemungkinan besar saling melengkapi dan meneguhkan satu sama lain. Ke mana mereka pergi diutus tidak disebutkan memang.  Mereka diutus dan mereka pun siap pergi. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat. Yesus tidak hanya menyuruh, tetapi juga membekali mereka.  Yesus berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Mengapa mereka tidak boleh membawa apa-apa? Apakah cukup dengan kuasa yang mereka miliki?  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: 'kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu'. Sepertinya mereka tidak boleh berpindah-pindah dalam satu wilayah. Sebaliknya, 'kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka'.  Menerima para murid adalah suatu kewajiban, tetapi tentunya ketidakmauan  mendengarkan pengajaran mereka yang menjadi perhatian utama.  

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Inilah perutusan Yesus kepada para rasul, para muridNya. Namun mengapa mereka diutusNya? Bukankah mereka selama ini mendampingi selalu sang Guru? Berapa lama mereka diutus pergi? Memang selama menyadari bahwa kita diutus oleh Yesus Tuhan, hendaklah kita tidak bertanya sampai kapan. Mengapa? Bukankah hidup kita ini adalah suatu panggilan. Bila memang kita mengakui dan mengaminiNya, maka seluruh hidup kita adalah tugas perutusan yang harus kita pertangungjawabkan. Kita diutus oleh Tuhan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Kemana Tuhan memanggil, kita diminta untuk siap sedia berangkat




Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat yang Kau karuniakan kepada kami, kiranya kami tetap setia pada tugas perutusan kami masing-masing dan tidak menjadi sombong. Tetapi dengan kerendahan hati dan siap sedia melayani sesama yang membutuhkan di manapun kami berada. Amin




Contemplatio

'Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka'









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening