Kamis dalam Pekan Prapaskah I 26 Februari 2015


Est 4: 10-19  +  Mzm 138  +  Mat 7: 7-12





Lectio :


Suatu hari bersabdalah Yesus: 'mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi'.




Meditatio :

'Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu', pinta Yesus kepada para muridNya. Para murid diminta untuk berani meminta, mencari dan mengetuk.  'Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan', Yesus memberi jaminan akan aneka permohonan itu.  'Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,  atau memberi ular, jika ia meminta ikan?', tantang Yesus.  'Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga.  Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya'.

Yesus mengajak para muridNya berani berdoa dan berdoa guna mengungkapkan iman kepercayaan mereka kepada Bapa di surga. Salah satu tokoh besar dalam pengalaman hidup doa adalah Ester. Dia berani memohon bantuan kepada Tuhan Allah, karena iman kepercayaannya kepada Allah (Est 4). Dia percaya Tuhan mahabaik, dan hanya padaNyalah dia bermohon dan berlindung. Yesus memang tetap mengajak setiap orang, para muridNya, kita semua, untuk berani berdoa, walau pun Dia Tuhan Bapa di surga sudah tahu apa yang menjadi kebutuhan kita, dan siapa kita umatNya.  'Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.  Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.  Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN' (Mzm 139). Yesus mengajak kita berani berdoa guna memantabkan diri kita, yang tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anak kita, apalagi Bapa yang di sorga. Keberanian kita berbuat baik menjabarkan keberadaan dan kehendak Allah sendiri. Keberanian  berbuat baik menunjukkan diri kita itu siap selalu membawa berkat bagi sesama.

Kalau kita tidak memberi batu kepada anak kita, jika ia meminta roti,  atau memberi ular, jika ia meminta ikan, tentunya orangtua yang baik tidak akan membiarkan anaknya terus-terusan makan permen, atau membiarkan terus anaknya menonton televisi. Sebaliknya orangtua yang baik dan suka mendidik tak enggan-enggan menghajar anaknya, bila tidak mau belajar. Setiap orangtua menghendaki anaknya baik adanya dan tumbuh berkembang sesuai dengan panggilannya.

'Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka', tegas Yesus. Para muridNya diminta untuk berani melakukan kebaikan terlebih dahulu kepada sesamanya, dan bukannya menuntut orang lain berbuat bagi dirinya.  'Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi', tambahNya. Perjanjian Lama sudah mengajak mengajak setiap orang untuk mendahului berbuat baik kepada sesamanya, sebagaimana Dia telah menciptakan segala sesuatu baik adanya (Kej 1), dan Dia pula mendahului mengasihi kita (Yoh 15). Bagaimana kita memahami kesepuluh perintah Allah kalau isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi itu hanya sebatas relasi antar manusia?




Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu mengasihi sesama seperti kami mengasihi diri kami sendiri. Amin




Contemplatio 


'Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi'.







Oremus Inter Nos
Mariah kita saling mendoakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening