Kamis sesudah Rabu Abu, 19 Februari 2015

Ul 30: 15-20  +  Mzm 1  +  Luk 9: 22-25

 

 

Lectio

Dalam pengajaranNya Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."  Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?".

 

 

Meditatio

'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga', tegas Yesus dalam pengajaran terhadap para muridNya. Dia ditolak dan dilawan, bukan oleh mereka di luar bangsaNya, melainkan oleh orang-orang sebangsaNya sendiri, yang memang telah dipilih Allah menjadi bangsaNya yang kudus. Mereka yang disebut bangsaNya yang kudus, bukanlah mereka orang-orang kecil atau masyarakat jelata, melainkan mereka orang pandai: seperti tua-tua bangsa, para imam dan para ahli Taurat. Sebagian dari mereka adalah orang-orang yang menduduki kursi Musa. Namun kematian bukanlah akhir segala-galanya.  Dia akan dibangkitkan pada hari ketiga.

Penderitaan, kematian dan kebangkitan akan dialami oleh Yesus, sang Anak Manusia. Maka 'setiap orang yang mau mengikut Aku', tambah Yesus kepada mereka yang mendengarkan diriNya, 'harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku'. Orang harus menyangkal diri, karena dia telah mengetahui akan apa yang harus dialaminya. Yesus telah memberitahukannya, maka dia harus menomerduakan kemauan diri pribadi. Orang harus berani memikul salibnya setiap hari, karena bukan tepuk tangan dan sorak-sorai yang akan diterimanya dengan percaya dan mengikuti sang Guru. Ada banyak tantangan dan rintangan hidup yang harus dilalui. Dia pun  harus mau mengikutNya, yang tidak hanya berarti ke mana Yesus pergi dia akan mengikutiNya dari belakang, melainkan meneladan dan melakukan segala yang dilakukan sang Anak manusia itu sendiri.

Bagaimana kalau tidak berani? Bukankah semuanya itu memberatkan dan menyakitkan? Siapakah di antara kita yang mau sakit dan hidup tidak enak?  Benar memang, tegas Yesus, tetapi 'barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya.  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?'. Keselamatan tidak dapat dibuat oleh seseorang pribadi. Segala kemampuan dan kekayaan yang dimiliki seseorang tidak mampu menyelamatkan diri pribadi. Keselamatan hanya berasal dari Tuhan. Maka  barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Mengapa? Karena dia mempertaruhkan nyawanya demi Dia sendiri sang Empunya kehidupan. Dia tidak takut kepada dia yang hanya dapat membunuh badan  (Luk 12: 5), tetapi tidak berkuasa atas segala-galanya.

Orang yang kehilangan nyawa demi sang Kehidupan adalah dia yang mengamini sabda Allah: 'ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,  karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu' (Ul 30: 15-16). Orang yang kehilangan nyawa adalah dia yang berani memilih terbaik bagi hidupnya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar selalu mengutamakan kehendakMu di atas segalanya dan berani mengamini sabdaMu. Sebab Engkaulah sumber keselamatan kami. Amin

 

 

Contemplatio :

'Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya'.

 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening