Minggu dalam Pekan Biasa V, 8 Februari 2015

Ayb 7: 1-7  +  1Kor 9: 22-23  +  Mrk 1: 29-39





Lectio

Suatu hari sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.  Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.  Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.  Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.  Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. 

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.  Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;  waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."  Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.  Entah untuk apa mereka singgah di rumah kedua murid itu. Apakah memang mereka diundang oleh kedua murid atau sekedar singgah saja?  Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.  Memberitahukan kepada sesama mereka yang sakit adalah hal yang baik, sebagai ungkapan kebertanggungan-jawab terhadap sesama yang sakit, sekaligus meminta dukungan doa, agar mereka mengalami kembali rasa sehat yang menyelamatkan.  Sehat atau sakit itu adalah milik kita bersama.  

Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Apakah mereka yang sakit demam patut dikucilkan dari masyarakat? Tentunya tidak. Yesus menjamah tangan ibu itu, dan sembuhlah dia. Jamahan kasih Tuhan memang menyelamtkan. Kedatangan Yesus membawa sukacita.  Kemudian perempuan itu melayani mereka. Ibu mertua Petrus adalzh seorang yang tahu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan dan sesama.

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.  Dari mana mereka semua tahu, kalau Yesus sedang berada di rumah Simon dan Andreas? Apa ibu mertua Petrus kemudian menyebarkan sms sukacita? Kehadiran seseorang pembawa sukacita memang selalu terlihat dan didengar oleh banyak orang. Pelita memang selalu diletakkan di kaki dian untuk menerangi banyak orang.  Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.  Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan. Yesus membuat segala-galanya baik adanya.  Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.  Yesus tidak ingin dikenal sepertinya, maka Dia melarang kuasa kegelapan berteriak tentang namaNya. Sebaliknya, Yesus malahan ingin setiap orang mengenal namaNya karena pengalaman indah yang mereka lihat dan rasakan sendiri, dan bukannya kata orang.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Mengapa Yesus tidak mengajak keempat murid untuk berdoa bersama? Mengapa harus pergi mencari tempat yang sunyi, bukankah di pagi hari belum banyak orang datang, sehingga cukup di rumah saja berdoa?  Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;  waktu menemukan Dia mereka berkata:  'semua orang mencari Engkau'.  Entah sempat berapa lama Yesus berdoa seorang diri. Yesus selalu dicari dan dicari banyak orang; dan memang  pagi hari itu banyak orang berdatangan mencari Dia.

'Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan', sahut Yesus kepada para muridNya.  'Supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang'.  Pewartaan Injil menjadi fokus kerja Yesus sang Guru. Injil adalah kabar keselamatan Allah. Injil adalah kehendak Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Yesus datang hendak mewartakan sabda Allah, karena memang Dialah sang Sabda yang menjadi manusia (Yoh 1). Yesus tidak mau dibatasi atau dikekang oleh kebutuhan umatNya, walau tak dapat disangkal Dia selalu menaruh hati kepada setiap orang, karena memang kegelisahan dan kekuatiran seringkali menghantui mereka yang berbaring karena sakit, sebagaimana disharingkan oleh Ayub (Ayb 7: 1-7). Injil yang harus diwartakan, dan bukannya aneka mukjizat Allah.   Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. Yesus menjadi Injil, bagi sesama manusia. Yesus ada untuk orang lain.

Apakah kita juga selalu memperhatikan mereka yang sakit? Kiranya perhatian kita itu tidak sebatas ikatan pertalian keluarga, tetapi juga hendaknya terhadap mereka yang terbaring sakit, yang ada di sekitar kita. Bukankah kita telah disatukan oleh sabda dan kehendak Tuhan, sebagaimana dikatakan Yesus, bahwa kita ini memang satu saudara karena berani melakukan kehenak Bapa? Yakobus pun mengingatkan kita, agar 'kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.  Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni' (Yak 5: 14-15). Orang yang sehat juga adalah penatua dari mereka yang sakit. Atau memang kita sendiri yang  mau datang dan memberi penghiburan kepadanya. Kedatangan seseorang di hadapan mereka yang sakit benar-benar membawa sukacita dan penghiburan. Inilah bentuk pewartaan kasih kita, bukan dengan berkotbah, tetapi dengan kata-kata dan tindakan nyata, sebab memang celakalah bagiku jika tidak mewartakan Injil (1Kor 9), sebagaimana dikatakan Paulus dalam menjawabi  sikap Yesus yang datang untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau datang sebagai manusia, tetapi tidak mengubah kodratMu sendiri yang adalah sang Sabda. Engkau mewartakan sabda itu kepada semua orang yang Engkau jumpai. Engkau menghendaki semua orang beroleh selamat.  Semangatilah kami, ya Yesus, dalam mendengarkan Engkau. Amin.

 

 

Contemplatio :

'Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening