Pesta Yesus dipersembahkan kepada Allah, 2 Februari 2015

Mal 3: 1-4  +  Mzm 24  +  Luk 2: 22-35

 

 

 

Lectio

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 

Di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:  "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 

Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan, dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

 

 

Meditatio

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa bayi Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan:  'semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah',  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.  Waktu pentahiran adalah waktu bagi Maria, bukan bagi sang Bayi kudus. Sebab memang yang harus dikuduskan adalah sang ibu yang baru melahirkan, yakni 40 hari setelah melahirkan. Aneh memang. Orang melahirkan dipandang menjadi tidak kudus, karena adanya darah di saat melahirkan itu. Itulah Perjanjian Lama. Itulah sebuah pandangan yang tidak akurat dan amat egois.

Waktu pentahiran, Maria dan Yusuf membawa juga sang Bayi. Apa karena tidak ada baby sitter  di rumah? Mereka sengaja membawa Yesus untuk mempersembahkan kepada Allah sang Empunya kehidupan atas rahmat dan berkat yang dilimpahkan kepada mereka. Kehadiran sang Bayi adalah berkat yang mulia bagi keluarga. Bagaimana dengan mereka yang tidak mempunyai keturunan, apakah mereka tidak mendapatkan anugerahNya? Yang bukan merah tentunya bukanlah hanya kuning?  Yusuf dan Maria adalah orang-orang beriman.  Kesalehan mereka tunjukkan dalam kesetiaan beribadat, sebagaimana diteladankan oleh Hana, yang berkata: 'TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.  Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN' (1Sam 1: 27-28).

Di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Simeon memang orang kudus.  Dia adalah orang yang dipilih Allah. Maria dan Yusuf dipilih Allah untuk mendapatkan Anak. Simeon dipilih Allah untuk melihat Anak. Orang-orang yang dipilih Allah mendapat karunia yang berbeda satu dengan lainnya. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,  ia menyambut Anak itu. Allah menyatakan segala sesuatu pada waktu yang tepat.  Simeon  menatang Bayi itu sambil memuji Allah, katanya:  'sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel'. Yesus adalah keselamatan yang disediakan bagi bangsa-bangsa. Semua bangsa diundang untuk ambil bagian dalam karya agung Allah, yang memang menjadi kemuliaan bagi umat Israel, sebab memang Israel adalah bangsa milik Allah, umatNya yang kudus. Israel adalah semua orang yang berharap kepada Allah, dan bukannya mereka yang menyebut diri kudus.

Bapa serta ibu-Nya, Yusuf dan Maria, amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Mereka berdua adalah orang-orang beriman, kaum yang dipilih Allah, tetapi tidak mengerti segala yang dikehendaki Allah. Kekudusan seseorang memang tidak bergantung pada banyaknya pengetahuan akan Allah, melainkan keberanian untuk melakukan sabda dan kehendakNya. Saudara dan saudari Yesus pun bukan mereka yang mempunyai ikatan keluarga, melainkan mereka yang melakukan sabda dan kehendak Bapa.

Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: 'sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan'.  Yesus datang tidak hanya membawa damai sebagaimana dikatakan oleh para malaikat di saat kelahiranNya, melainkan membawa pedang. 'Sebab memang Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.  Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku' (Mat 10: 35-37), tegas Yesus sendiri. 'Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang'. Itulah nasib orang yang dipilih oleh Allah. Mereka tidak dimanjakan oleh Allah, mereka bukanlah orang-orang ýang makan minum tiada henti,   sebab memang orang yang dipilih Allah adalah dia yang berani memanggul salib, menyangkal diri dan mengikuti Dia, sang Penyelamat. Orang-orang yang percaya Kristus adalah mereka yang berani menantang hidup dan menerima kenyataan hidup konkrit.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami selau bersyukur kepadaMu. Engkau dipersembahkan oleh kedua orangtuaMu di saat Engkau tak berdaya, karena mereka mau beryukur kepadaMu, menyatakan kepada Bapa, bahwa segala yang baik adalah berasal daripadaMu. Bantulah kami untuk semakin mudah bersyukur kepadaMu.  Amin

 

 

 

Contemplatio

 'Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening