Rabu dalam Pekan Biasa IV, 4 Februari 2015

Ibr 12: 4-7  +  Mzm 103  +  Mrk 6: 1-6

 

 

 

Lectio

Suatu hari  Yesus  tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.  Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?  Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.  Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."  Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.  Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari  Yesus  tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.  Yesus pulang kampung.  Mengapa para murid mengikutiNya dituliskan sebagai keterangan? Apakah kalau berada di daerah asalNya para murid tidak perlu mengikutiNya, karena akan banyak orang yang akan membantuNya? Ada apa Dia pulang ke daerah asalNya?  Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Yesus memang seorang Pengajar yang hebat. Bagaimana gaya Dia mengajar?  Mereka berkata: 'dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?  Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?'.  Di satu pihak banyak orang terkagum-kagum akan Dia, tetapi banyak juga di antara mereka yang meragukan bagaimana Anak tukang kayu ini mendapatkan kemampuan yang luar biasa? Mungkinkah Yesus mudah diterima oleh mereka bila ada salah seorang keluargaNya mempunyai keahlian dalam pengajaran?  Hanya melihat keluargaNya, mereka menolak sang Penyelamat, bagaimana lagi kalau mereka sempat dihajar oleh Allah sendiri (Ibr 12: 4-7)? Bukankah Allah akan menghajar setiap orang yang dikasihiNya, hajaran yang mendatangkan duka?  Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Mengingat latarbelakang keluarga, mereka semua menolak Yesus. Memang benarlah akan apa yang dikatakanNya nanti, bahwasannya yang sebenarnya menyatukan setiap orang dengan sesamanya adalah sabda dan kehendak Tuhan sendiri, karena memang Dialah satu-satunya sang Pencipta, dan bukannya ikatan kekeluargaan atau asal-asul seseorang.

'Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya', tegas Yesus. Memang benar juga yang dikatakan Yesus bahwasannya Dia datang akan membawa pedang, yang memisahkan satu dengan lainnya. Karena penolakan mereka,  Yesus tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di daerah asalNya sendiri, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.  Yesus mengamini penolakan mereka, Yesus tidak menolak perlawanan dan penolakan mereka, tetapi tetap membiarkan belaskasihNya mengalir di tengah-tengah mereka. Namun,  Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Orang-orang sekeliling Yesus malahan tidak mampu melihat dan merasakan kehadiran Allah yang ada di tengah-tengah umatNya. Mereka tidak membutuhkan kehadiran sang Penyelamat.  Apakah mereka boleh disebut 'menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar tidak hidup dalam kepahitan' (Ibr 12: 15).  Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.




Oratio

Ya Yesus Kristus, sabdaMu hari ini mengajarkan kami agar tidak mudah menghakimi orang lain dengan melihat latar belakangnya, tetapi memampukan kami  mengenali kehadiranMu yang menyelamatkan lewat peristiwa dalam hidup kami. Amin




Contemplatio

'Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya'.

 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening