Rabu dalam Pekan Prapaskah I, 25 Februari 2015

Yun 3: 1-10  +  Mzm 51  +  Luk 11: 29-32





Lectio :

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.  Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"




Meditatio :

'Angkatan ini adalah angkatan yang jahat', tegas Yesus kepada para muridNya. Mengapa mereka itu jahat?  Sebab, 'mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus'. Mengapa mereka meminta tanda tentang Anak Manusia? Bukankah Yesus selalu ada bersama mereka, dan mereka melihat  dengan mata kepala sendiri segala yang dilakukanNya? Bukankah Dia mampu mengadakan aneka tanda mukjizat?  'Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini'. Yesus pun akhirnya mengijinkan diriNya menjadi tanda kehadiran Allah, dan bukan hanya Yunus. Sebab Dia akan menjadi Tanda Keselamatan yang amat menentukan bagi setiap orang. Kalau Yunus pada waktu itu hanya menyampaikan kabar pertobatan, maka Anak Manusia menjadi Tanda keselamatan itu sendiri, karena memang Dialah sang Penyelamat, sang Mesias.  'Sungguh,  aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud' (Luk 2: 10-11). Dia ada di tengah-tengah umatNya.

Kalau 'ratu dari Selatan saja datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan orang-orang Niniwe itu bertobat  karena mendengarkan pemberitaan Yunus' (Yun 3: 1-10), kiranya pertobatan sejati itu datang dari orang-orang yang mendengar langsung sang Sabda yang berbicara.  Dia adalah Sabda yang menjadi manusia (Yoh 1). Bukankah  'yang ada di sini lebih dari pada Salomo ataupunYunus?'. Bangsa terpilih, umat Allah sendiri memang seharusnya menampakkan segala yang indah dan baik adanya, tetapi ternyata tidaklah demikian.  Yesus pun pernah mengingatkan tentang perutusan Elia yang dinikmati dengan indahnya oleh janda dari Sarfat, demikian juga perutusan Elisa yang dirasakan sungguh oleh Naaman, orang Siria (Luk 4: 25-27).




Oratio :

Ya Yesus Kristus, kamipun seringkali tidak menyadari kehadiran dan penyertaanMu dalam hidup kami, malah meminta tanda, kiranya di masa pra Paskah ini kami berani berbalik dan memandang Engkau sebagai sumber dan satu- satunya jalan keselamatan bagi kami. Amin




Contemplatio :

'Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini'.






Oremus Inter Nos
Marilah kita saling mendoakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening