Sabtu dalam Pekan Biasa IV, 7 Februari 2015

 Ibr 13: 15-17,20-21  +  Mzm 23  +  Mrk 6: 30-34




Lectio

Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepadaNya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

 

 

Meditatio

Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepadaNya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Apakah rasul-rasul yang dimaksud di sini adalah ke duabelas murid Yesus? Tentunya pasti, tetapi mengapa hanya dalam injil Markus disebut demikian, sedangkan dalam injil-injil yang lain disebut sebagai murid? Biasanya mereka para murid selalu mengikuti ke mana Yesus pergi, rupa-rupanya kali ini mereka melakukan perjalanan masing-masing. Maka waktu kembali mereka harus melaporkan apa yang telah mereka lakukan dalam perjalanan itu kepada Yesus. Yesus menyambut mereka, dan berkata: 'marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!'. Apakah Yesus mau menghindar dari orang banyak dan mau bebas dari tugasnya yaitu mengajar dan menyembuhkan orang sakit? Ternyata Yesus juga membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak, bebas dari kesibukan rutin, waktu untuk diriNya sendiri. Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. Yesus sungguh seorang Guru yang sangat perhatian dan penuh kasih terhadap murid-muridNya, Dia memikirkan kebutuhan mereka yang bepergian seharian, diikuti orang banyak dan belum sempat makan, tentunya sangat capek dan lapar. Segiat-giatnya seseorang bekerja, haruslah berani beristirahat. Beristirahat memungkin seseorang mengasah kembali pisau kehidupan, agar selalu tajam dan siap menaggaapi masa depan dengan lebih baik.

'Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi'. Apakah saat itu Yesus dan para rasul berada di dekat danau? Rupanya seperti yang diceritakan dalam injil beberapa hari yang lalu di mana Yesus menyembuhkan wanita pendarahan dan membangkitkan anak Yairus, Yesus itu sedang berada di tepi danau. Dan perjalanan Yesus ternyata masih berada di radius sekitar danau, sehingga ketika mereka perlu istirahat untuk mencari ketenangan, Yesus dan para rasulpun naik ke perahu ke tempat yang sunyi. Apakah Yesus hanya perlu tempat sunyi untuk istirahat dan makan? Sudah barang tentu bukan hanya untuk itu, Yesus perlu waktu untuk berelasi dengan BapaNya. Yesus selalu mencari kesempatan yang sepi, di waktu pagi-pagi atau di atas bukit untuk berdoa. Demikian juga dengan kita tentunya, dalam rutinitas hidup, kita tidak memberi kesempatan Allah berbicara kepada kita dan berdiam diri mendengarkan.

Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Orang-orang begitu antusias mengikuti Yesus, ke manapun Yesus pergi mereka membututiNya, mereka tidak memberi kesempatan pada Yesus untuk beristirahat sejenak. Apakah karena mereka mengagumi pengajaranNya yang luar biasa ataukah karena mengharapkan mukjizat kesembuhan dari Yesus? Apapun alasan mereka, kenyataannya adalah bahwa kedatangan Yesus di manapun itu selalu mendatangkan keselamatan bagi mereka yang percaya kepadaNya, karena Yesuslah sang Empunya kehidupan, Dia yang mempunyai segala-galanya atas hidup ini. Dialah kasih, maka ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, rencana Yesus untuk beristirahat yang sudah direncanakan menjadi buyar. Apakah Yesus menjadi kecewa atau marah? Orang biasa pasti akan marah dan sangat terusik, tetapi Yesus malah sebaliknya, merasa kasihan terhadap kebutuhan orang banyak. Yesus melihat mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Apa yang Yesus maksudkan pula dengan domba yang tidak mempunyai gembala? Tidak jauh berbeda kiranya.

Yesus sebagai Gembala yang selalu memperhatikan domba-dombaNya, yaitu semua orang yang datang kepadanya dan tidak membiarkan satupun dari mereka berkekurangan. Bagaimana dengan kita sekarang, apa yang telah kami lakukan sebagai muridNya? Yesus menghendaki setiap orang mengasihi sesamanya : 'Janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu' (Ibr 13 : 16-17).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk memberi waktu dan mendengarkan Engkau, beristirahat bersama Engkau, agar kami semakin mengerti kehendakMu dalam mengasihi sesame, bukan mereka yang berada jauh di sana,  yang ada di sekeliling kami. Amin




Contemplatio

'Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening