Sabtu dalam Pekan Biasa V, 14 Februari 2015

Kej 3: 9-24  +  Mzm 90  +  Mrk 8: 1-10




Lectio

Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:  "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.  Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh."  Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"  Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."

Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.  Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.  Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.  Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang.  Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:  'hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.  Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh'. Yesus tahu apa yang menjadi kebutuhan umatNya; dan sebaliknya mereka begitu setianya mengikuti sang Guru. Dengan menahan lapar dan haus mereka terus mengikuti ke mana Yesus pergi. Keterbatasan dan kelemahan diri tidak merintangi mereka untuk tetap mendengarkan sabdaNya. Kini Yesus berkeinginan untuk memberi mereka semua makan.  Murid-murid-Nya menjawab:  'bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?'.  Itulah jawaban spontan para murid. Sebab memang bagaimana mungkin memberi makan untuk  kira-kira empat ribu orang. Di jaman sekarang ini saja, yang sudah banyak menjamur orang berjualan makanan, masih repot dan mengkuatirkan memberi makan orang sebanyak itu, tanpa persiapan lagi, apa lagi di jaman itu. Yesus bertanya kepada mereka: 'berapa roti ada padamu?'.  Jawab mereka: 'tujuh'. Apalah arti tujuh potong roti untuk sebanyak empat ribu orang?  Untuk mereka saja, Yesus bersama muridNya, masih kurang.

Tanpa banyak komentar,  Yesus langsung menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Yesus tahu apa yang hendak dikerjakanNya. Yesus mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.  Suatu peristiwa yang berkelanjutan. Dia mengambil, mengucap syukur dan membagikan. Dia menerima sedikit, tetapi memberikan banyak. Sebaliknya, para murid yang memberi hanya tujuh potong, jumlah yang amat sedikit, tetapi menerima dalam jumlah yang begitu banyak dan membagikannya kepada orang-orang yang ribuan jumlahnya. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.  Ternyata ada juga ikan yang mereka miliki. Kenapa mereka tadi tidak menyebutkan ketika Yesus menanyakan adakah makanan pada mereka? Kenapa adanya ikan baru ditunjukkan belakangan? Dan mereka makan sampai kenyang. Yang sedikit dapat membuat orang makan sampai kenyang, karena Yesus telah mendoakannya. Makanan itu menjadi berkat bagi banyak orang, karena sampai ke tangan Yesus terlebih dahulu.  

Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Apakah sisa jumlah makanan sebanyak itu ditinggalkan begitu saja di tempat itu, atau dibawa pulang oleh ibu-ibu yang rajin membawa tas? Apakah mereka semua takut membawanya, karena hanya gara-gara buah yang menarik itu, Adam dan Hawa diusir keluar dari taman Eden (Kej 3: 9-24)? Kalau mereka kemarin orang-orang Dekapolis berkata:  'Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata', maka tentunya mereka juga akan menambahkan yang sedikit dijadikan banyak, dan yang lapar dijadikan kenyang.  Semuanya terjadi hanya dalam nama Yesus Kristus Tuhan.

 Lalu Yesus menyuruh mereka pulang.  Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.




Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya di hari ini Engkau mampukan kami untuk semakin berani membuka hati bagi sesama yang membutuhkan bantuan, dan hatiMu yang selalu berbelas kasih dapat  memancar melalui hati kami dan menjadikan setiap hari dalam hidup kami menjadi hari yang penuh kasih.

Santo Sirilus dan Metodius, doakanlah kami. Amin




Contemplatio

'HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening