Sabtu dalam Pekan Prapaskah I, 28 Februari 2015


Ul 26: 16-19  +  Mzm 119  +  Mat 5: 43-48






Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.  Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'.

 

 

 

Meditatio

'Kamu telah mendengar firman', kata Yesus kepada para muridNya,  'kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu, tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu'.  Hidup bukanlah ya atau tidak, hitam atau putih, mengasihi atau membenci. Hidup itu terbuka bagi setiap orang. Demikian juga bila kita mengasihi, bukanlah hanya sebatas kepada mereka yang telah mendahului mengasihi kita, melainkan terhadap semua orang tanpa terkecuali, termasuk yang berseberangan dan berlawanan dengan diri kita, yakni dengan mengasihi  musuh  dan berdoa  bagi mereka yang menganiaya kita.  Kita diminta Yesus membuka diri, mengasihi setiap orang, sebab  'dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar'. Cinta kasih Tuhan Allah diperuntukkan bagi setiap orang tanpa terkecuali. Ada Tuhan itu untuk seluruh umat manusia.

'Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?  Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?'. Orang yang mengenal Allah, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus harus mempunyai kelebihan daripada mereka yang tidak mengenal Allah. Jika hidup keagamaanmu tidak lebih dari hidup keagamaan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, kamu tidak masuk dalam Kerajaan Surga. Dalam ungkapan iman, kita orang-orang yang percaya kepada Yesus harus lebih tinggi dibanding dengan mereka para ahli Kitab Suci, dan dalam mengasihi kita tidak boleh setingkat dari mereka yang tidak mengenal Allah.

'Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna'. Kiranya penegasan Yesus ini menyempurnakan kehendak Allah semenjak semula, bahwasannya kalau kita memegang perjanjianNya dan melakukan aneka peraturanNya kita akan menjadi umatNya yang kudus, yang terpuji dan terhormat (Ul 26). Kita tidak hanya menjadi bangsa milikNya, melainkan menjadi sempurna seperti Dia sendiri adalah sempurna. Sebuah janji yang amat membahagiakan.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar mampu membuka diri dalam mengasihi tidak hanya kepada mereka yang terlebih dulu mengasihi kami, tetapi terlebih dapat mengasihi mereka yang menyakiti kami dan mampu mengampuninya. Sehingga dalam sikap hidup kami mencerminkan kehadiranMu yang sempurna adanya. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Hendaknya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar'.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening