Sabtu sesudah Rabu Abu, 21 Februari 2015


Yes 58: 9-14  +  Mzm 86  +  Luk 5: 27-32

 

 

Lectio

Suatu hari ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"  Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.  Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"  Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;  Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."

 

 

Meditatio

'Ikutlah Aku!', kata Yesus kepada Lewi yang sedang duduk di rumah cukai. Pasti dia seorang pemungut cukai, sebab mana mungkin ada orang selain para pemungut cukai yang sudi berdiri-diri atau duduk-duduk di tempat hitam itu. Bukankah para pemungut cukai selalu disejajarkan dengan kaum pendosa? Kenapa Yesus memanggil dia? Apakah Yesus sudah mengenalnya? Darimana sang penulis tahu bila orang itu bernama Lewi? Mendengar ajakan Yesus,  berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Lewi pun tanpa bertanya-tanya tentang apa maksudNya mengajak dirinya, dia langsung pergi. Percaya memang menomerduakan segala kemampuan untuk menggunakan nalar, walau tak dapat disangkal tetap digunakan dengan baik.

Lewi pun mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Kapan pesta itu diadakan? Tidak ada keterangan, kemungkinan besar tidak jauh dari peristiwa itu. Kemungkinan besar juga sebagai acara perpisahan dengan teman-temannya. Yesus pun tak segan-segan menerima undangan mereka. sebaliknya, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya:  'mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Protes mereka memang benar. Mengapa seorang Guru bergaul dengan mereka. Seharusnya Guru bergaul akrab dengan ahli-ahli Taurat?  Tindakan Yesus merusak tatanan sosial religi yang sudah lama terbentuk. Kemapanan dan kenyamanan memang sering menjadi dambaan banyak orang. Orang takut dan enggan mengalami perubahan. Orang tidak mau digoyang kenyamanan hidupnya. Aneka aturan dicari untuk menenteramkan dirinya. Orang tidak mau terusik, orang enggan berubah!  On ma jolma!

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;  Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat',  jawab Yesus yang memperbaharui konsep lama, yang sekaligus sebuah revolosi mental dan sosial. Hanya orang-orang yang suci, dan bukan pendosa, yang dapat mendekati Allah. Bagaimana mungkin orang yang najis dan penuh dosa dapat mendekatkan diri kepada Allah?  Bukankah 'jalan orang fasik menuju kebinasaan?' (Mzm 1); dan memang benar 'berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,  tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam'.

Tak dapat disangkal memang orang-orang yang melakukan sabda dan kehendak Tuhan Bapa di surgalah yang masuk dalam Kerajaan Surga, dan juga bukan mereka yang berseru-seru Tuhan-Tuhan, tapi tak dapat disangkal, dari pihak Allah sendiri sekarang 'yang datang mencari dan menyelamatkan yang hilang' (Luk 19: 10).

Sebagaimana Yesus Kristus membuka tanganNya dan berbuat baik kepada semua orang berdosa untuk kembali kepadaNya, demikianlah hendaknya kita orang-orang yang percaya kepadaNya. 'Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,  apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.  TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan' (Yes 58). Yesus yang menjadi berkat keselamatan bagi umat manusia, demikianlah kita orang-orang yang percaya kepadaNya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur karena kasihMu yang besar Engkau rela datang untuk menyelamatkan kami, ajarlah kami untuk semakin berani menunjukkan kasih kepada sesama kami, dan kami siap Engkau ubah untuk hidup lebih baik. Amin

 

 

Contemplatio

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening