Selasa dalam Masa Prapaskah I 24 Februari 2015


Yes 55: 10-11  +  Mzm 34 +  Mat 6: 7-15

Lectio :

Suatu hari Yesus bersabda: 'dalam doamu  janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.  Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Meditatio :

'Dalam doamu  janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah', tegas Yesus kepada para muridNya. Orang yang tidak mengenal Allah itu selalu berdoa dengan panjang lebar. Namun mengapa mereka harus berdoa, kalau memang tidak mengenal Allah. Kepada siapakah mereka berdoa? Dan untuk apa mereka berdoa? Mungkin yang dimaksudkan dengan orang yang tidak mengenal Allah adalah mereka yang meragukan kuasa dan kasih Allah.  'Mereka itu menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan'. Menurut mereka doa itu bergantung pada banyaknya kata-kata, dan keindahan dari suatu untaian kata-kata manis yang diucapkannya. Jangan mengikuti mereka, 'janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya'.  Bukankah 'Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.  Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.  Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN' (Mzm 139: 2-4).

'Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga', karena hanyalah sang Empunya kehidupan. Dia bertakhta di surga, tempat pertama dan asal manusia  sebelum jatuh ke dalam dosa. 'Dikuduskanlah nama-Mu', sebab Dia Maha kuasa dan kekal, hanya dalam Dialah ada kehidupan dan keselamatan.   'Datanglah Kerajaan-Mu', karena memang dunia tempat kita berpijak, belum menjadi tempat yang membahagiakan bagi seluruh umat manusia; antar manusia satu sama lain pun masih terjadi hukum rimba. Manusia amat egois. 'Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga', sehingga dunia ini menjadi tempat kediaman yang nyaman dan penuh sukacita. Sebab kami percaya akan sabdaMu, ya Bapa:  'seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya' (Yes 55: 101-11).

'Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya'. Cukuplah kebutuhan kami hari ini, supaya kami tidak menjadi rakus dan sombong, dan tidak memperdulikan Engkau lagi.  'Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami', sebab rahmat pengampunanMu akan semakin kami nikmati, bila kami juga berani membagikannya kepada orang lain, yang bersama mereka kami tinggal dan bergaul bersama.  'Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga; tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu'.  Kami ingin mudah tergerak memaafkan dan mengampuni sesama, sebagaimana Engkau lakukan kepada kami. 'Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat'. Kami ingin merasakan damaiMu ya Tuhan, Bapa kami. Biarlah kami mengalami kenyamanan hidup dalam kasihMu. Ya Bapa, semuanya ini bisa terjadi; kami yakin dan percaya, 'karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.  Amin'.

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau mengajari kami cara berdoa yang benar, kiranya membuat kami semakin mengerti sesungguhnya berdoa adalah yang keluar dari hati dan untuk memuliakan Engkau serta membiarkan Engkau meraja dalam hidup kami. Amin

Contemplatio :

'Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya'.









Oremus Inter Nos
Marilah kita saling mendoakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening