Selasa dalam Pekan Biasa IV, 17 Februari 2015

Kej 7: 1-5  +  Mzm 29  +  Mrk 8: 14-21




Lectio

Suatu hari ketika bertolak ke seberang  murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.  Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."  Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti."  Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?  Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi,  pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul."  "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul."  Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"

 

 

 

Meditatio

Suatu hari ketika bertolak ke seberang  murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu.  Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya:  'berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes'. Ada yang menarik di sini. Mengapa Yesus berbicara tentang ragi orang Farisi dan Herodes, ketika mereka lupa membawa roti? Mungkin tidak ada kaitan antara tidak adanya roti dan ragi orang-orang Farisi dan Herodes, karena memang temanya berbeda, tapi mengapa penulis Injil mencantumkan keterangan itu ketika Yesus menyampaikan ajaran tentang ragi orang Farisi dan Herodes? Wajarlah kalau para murid yang tidak berpikir luas itu langsung berkomentar:  'itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti'.

'Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti?', tanya Yesus yang menangkap pembicaraan mereka selama dalam perjalanan tadi.  'Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?  Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?'. Betapa lemotnya mereka ini. Sungguh tidak ada hubungan antara tidak adanya roti dalam perahu dengan kewaspadaan terhadap ragi orang Farisi dan Herodes. Kalau para murid saja tidak mengerti apa yang dilakukan Yesus selama ini, apalagi orang-orang Farisi yang tahu banyak kitab suci. Wajarlah kalau mereka meminta tanda untuk mencobai Yesus sebagaimana kita renungkan kemarin. Para murid itu memang keterlaluan. Aneka mukjizat yang mereka nikmati dalam jarak dekat, bahkan mereka ambil bagian tetapi tidak juga mereka memahami.

Apalah artinya tidak ada roti  bagi mereka. Kenapa mereka gelisah dengan tidak adanya makan dan minuman?   'Tidakkah kamu ingat lagi,  pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan, dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?'. Mereka bisa menjawab dengan tepat berapa bakul lebihnya  ikan yang pernah dipergandakan Yesus. Mereka ingat hanya dalam pikiran, tetapi tidak sempat masuk dalam hati. Apakah mereka juga tidak ingat bahwa Yesus mampu menundukkan badai dan taufan yang menerjang perahu mereka? Tidak ingatkah bahwa Yesus mampu mengusir kuasa kegelapan?  'Masihkah kamu belum mengerti?', tegas Yesus, yang mungkin agak jengkel dengan kedegilan mereka.

Orang yang dipilih dan disayang oleh Tuhan memang bukanlah orang-orang yang pioneer dalam aneka bidang kehidupan. Semuanya itu menyatakan bahwa kasih Tuhan itu terbuka bagi setiap orang tanpa terkecuali, malahan setiap orang yang dikasih Tuhan harus siap dihajar oleh Allah, sebagaimana dikatakanNya sendiri: 'hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;  karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak' (Ibr 12: 5-6).

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarlah kami untuk semakin berani mendengarkan dan mengerti sabdaMu, agar kami semakin menyadari kehadiranMu, dan bahwa Engkaulah roti Kehidupan yang menyelamatkan. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?'

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening