Selasa dalam Pekan Biasa V, 10 Februari 2015

Kej 1:20 – 2:4  +  Mzm 8  +  Mrk 7: 1-13





Lectio

Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.  Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.  Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;  dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"  Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.  Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.  Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." 

Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.  Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.  Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --,  maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya.  Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.  Ada apa mereka mendatangi Yesus? Apakah mereka mendengar sungguh  cerita tentang kehebatan Yesus yang menarik hati banyak orang? Apakah mereka mengajak Yesus masuk dalam tatanan peraturan Israel?  Ketika melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh, berkatalah kepada Yesus: 'mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?'. Entah Yesus sudah tahu atau tidak tentang kebiasaan para murid, atau memang tidak mempersoalkannya memang. Mendengar pertanyaan itu, Yesus bukannya memohon maaf, malah menantang mereka dengan berkata: 'benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.  Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.  Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia'. Perbuatan yang dilakukan oleh para muridNya malah dijadikan sebuah refleksi bagi mereka. Mereka langsung dituduh sebagai orang-orang munafik, orang yang suka berpura-pura di depan sesamanya. Mereka adalah orang-orang munafik karena lebih mengutamakan peraturan manusia daripada kehendak Tuhan. Dengan demikian, mereka bukan saja berpura-pura terhadap sesama, tetapi malah terhadap Tuhan Allah sendiri, sebab memang mereka adalah orang-orang yang patuh beribadah dalam keseharian mereka.

Yesus malah secara detail menyatakan kekurangan mereka. KataNya: 'sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri'. Sepertinya mereka mempunyai maksud terselubung dengan kepura-puraan hidup.  Musa telah berkata: hormatilah ayahmu dan ibumu, dan siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. Sebuah peraturan yang amat tegas dan keras bahkan. Namun semuanya itu nihil, bila kita mau menggantikannya dengan aneka persembahan.  'Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban,  yaitu persembahan kepada Allah,  maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya', kamu membiarkan dan mengamininya. Kamu membiarkannya, karena kamu mendapatkan keuntungan dari persembahan itu.  'Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu', tegas Yesus kepada mereka. Yesus menyampaikan semuanya itu sebagai salah satu contoh bukti tentang kemunafikan mereka, sebab memang  'banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan', tambahnya.

Adakah seorang pastor paroki yang bergembira melihat seseorang aktif dalam pelbagai kegiatan gereja, padahal dia membiarkan orangtuanya tergeletak sakit di rumah? Setiap orang harus berani memilih dan melakukan sesuatu yang terbaik dalam hidupnya. Kalau orang-orang Farisi dan ahli Taurat tadi begitu rakus hidupnya, apakah segala yang diberikan Tuhan kepada kita masih kurang adanya? Bukankah Tuhan telah berkata: 'lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu' (Kej 1: 29). Kita manusia memang sering tidak pernah puas.





Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarlah kami agar semakin mengerti kehendakMu dalam melakukan pelbagai kegiatan, bukan mementingkan aturan, hukum atau adat istiadat yang mana hanya untuk egoisme kami sendiri. Dalam sabda dan kehendakMulah Tuhan, kami beroleh kehidupan yang penuh sukacita.

Santa Skolastika, doakanlah kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari dari-Ku'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening