Jumat dalam Pekan Prapaskah II, 6 Maret 2015


Kej 37: 17-28  +  Mzm 105  +  Mat 21: 33-43.45-46

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari dalam pengajaranNya Yesus berkata: 'dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.  Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.  Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.  Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.  Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.  Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.  Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.  Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"  Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."  Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.  Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.  Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

 

 

 

Meditatio

'Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya'. Itulah komentar banyak orang terhadap perumpamaan Yesus tentang para penggarap kebun anggur yang tidak tahu berterima kasih kepada tuannya. Mereka dapat dengan mudah menangkap makna perumpamaan itu, sehingga dengan cepat mereka menanggapi pertanyaan yang dilontarkan Yesus.

'Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita',  sahut Yesus menanggapi jawaban orang-orang yang mendengarkanNya. Sepertinya mereka hanya mengerti jalan cerita dari perumpamaan, tetapi tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan pesan perumpamaan itu sendiri. Kehendak Tuhan memang selalu berlawanan dan tidak selalu sama malahan dengan kehendak dan kemauan kita manusia. Batu yang dianggap tidak cocok untuk bangunan rumah, sehingga begitu saja dibunag oleh tukang-tukang bangunan, ternyata dipergunakan Allah sebagai batu penjuru dari suatu bangunan.  Ini semua kemauan Allah,dan ternyata itu sungguh ajaib, karena di luar kemampuan nalar kita manusia. 

'Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'. Mengapa? Karena mereka itu bagaikan para penggarap yang tidak tahu berterima kasih. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kerajaan Allah yang sudah mereka miliki, karena memang mereka adalah umat milik Allah, tidak terus mereka nikmati dengan penuh sukacita. Mereka begitu rakus dan tamak, dan ingin menguasai yang diberikan Allah kepada mereka. Mereka ingin merebut yang sepenuhnya dimiliki Allah, bahkan mereka mengabaikan Allah sendiri sang Empunya Kerajaan mulia. Kerakusan mereka membuat Allah mengalihkan perhatian kepada orang-orang yang mau taat bekerja dan menghasilkan banyak buah atas kepercayaan yang diberikanNya sendiri kepada mereka. Hal yang sama juga dilakukan oleh keluarga Israel dalam perjalanan hidupnya. Mereka saling berebut kasih (Kej 37), dan segan-segannya mengorbankan anggota keluarga, adiknya sendiri, hanya ingin mememnuhi kepauasan dan egoism diri.

Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.  Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi. Kebersamaaan dalam hidup bersama membatasi seorang akan yang lain, tetapi tak dapat disangkal mampu juga melengkapi dan menyempurnakan yang lain.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami menerima kenyataan hidup apa adanya, dan bahkan berani mengakui kalau ada sesama kami yag lebih baik dan sukses dari diri kami, sekaligus siap membantu mereka yang berkekurangan.

 



Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu', jika kamu memang hanya berdiam diri.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening