Jumat dalam Pekan Prapaskah IV, 20 Maret 2015

Keb 2: 12-22  +  Mzm 34  +  Yoh 7: 1-2.10.25-30

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.  Ketika  sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Waktu di Yerusalem beberapa orang berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?  Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.  Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."  Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.  Sekali lagi Yesus menghindar, karena memang Dia tidak mau mati dengan sia-sia. Apakah kematian juga harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan sang Empunya kehidupan?  Ketika  sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Yesus lakukan semuanya itu, bukan karena rasa takut menghadapi banyak orang, melainkan sebagai sikap pertahanan diri dari sasaran tembak dari orang-orang yang tak bertanggungjawab berkaitan dengan hidupNya.

Waktu di Yerusalem beberapa orang berkata: 'bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?  Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?'. Yesus pergi dengan diam-diam, bukan berarti Dia berdiam diri; ternyata Dia juga sempat mengajar banyak orang. Dia mengajar, dan banyak orang mendengarkanNya dengan penuh perhatian. Apakah mereka semua semakin percaya kepadaNya? Itulah yang dipersoalkan banyak orang juga. Benar juga apa yang pernah dikatakana oleh kitab Kebijaksanaan, bahwa  'mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka' (Keb 2: 21).  'Tetapi tentang Orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya'. Yesus memang terkenal sebagai seorang Nazaret karena Dia dibesarkan di sana semenjak mereka satu keluarga pulang dari pengungsian di Mesir. Kristus yang sejati itu tidak diketahui dari mana asalNya. Apakah memang lebih baik Yesus itu tiba-tiba datang di saat Dia menjelma menjadi manusia, tanpa mengikuti proses kelahiran sebagaimana adanya? Kiranya ceritanya juga akan berbeda bila orang-orang Nazaret bangga dan selalu mengelu-elu Yesus sebagai Anak Bangsa di mana pun Dia berada.

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru:  'memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku'. Yesus memang tahu apa yang menjadi isi pikiran hati banyak orang. Yesus tahu kalau diriNya sedang banyak diperbincangkan orang.  'Namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.  Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku'. Mereka jengkel terhadap Yesus, yang dianggapnya sebagai Orang yang Sombong.  Ketika Yesus mengatakan siapakah diriNya banyak orang menolakNya, padahal dari antara mereka ada yang pernah menanyakan: 'siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?' (Yoh 1: 22). Penyataan diri Siapakah sebenarnya diriNya itu membuat banyak orang semakin gusar, karena memang tidak bisa dimengerti mereka. Semuanya itu semakin membuat  mereka berusaha menangkap Dia. Namun sekali lagi, segala-galanya ada waktunya. Sekarang,  tidak ada seorang pun yang berani menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur karena kasihMu, kami mengenal dan percaya bahwa Engkaulah sang Juru Selamat, yang dapat menghantar kami pada hidup yang kekal. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening