Jumat dalam pekan Prapaskah V, 27 Maret 2015


Yer 20: 10-13  +  Mzm 18  +  Yoh 10: 31-42




Lectio :

Suatu hari sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.  Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"  Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."  Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,  tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.




Meditatio :

Suatu hari sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.  Yesus tidak takut, dan tidak menghindar, malah menantang mereka. KataNya kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"  Bukankah Dia telah banyak mengadakan aneka mukjizat? Apakah karena banyak hal yang baik dan indah itu yang Aku lakukan di hari Sabat? Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah. Sepertinya mereka telah mendapatkan alasan yang lebih kuat lagi untuk melawan Yesus. Bukan saja pelanggaran hari Sabat, tetapi lebih pada konsep iman yang mereka hayati selama ini. Mereka sulit untuk mengakui Yesus itu Allah, karena memang ketidakmampuan mereka untuk menerima penjelasan dari Yesus, yang di luar kemampuan insani mereka.

Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah, sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?". Pernyataan Yesus mengingatkan kelemahan mereka untuk mengakui diriNya sebagai Allah, padahal memang Dia adalah Allah. Kalau Allah dalam Mazmur 82 berani menyebut umatNya yang berdosa sebagai allah, apalagi kalau Dia sendiri yang hadir di tengah-tengah umatNya. Sekali lagi, semakin Yesus menyatakan Siapakah diriNya semakin banyak orang, termasuk kita, sulit menerimaNya. Semuanya diakibatkan karena kita terlalu mengandalkan kekuatan insani. Kehadiran Allah tidak sesuai dengan gambaran dan kemauan kita. 

"Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,  tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa", pinta Yesus kepada mereka semua. Tidak mengakui Yesus Orang Nazaret itu sebagai Allah, bukanlah soal bagi Yesus, sebab Yesus tidak mencari pengakuan dan pujian dari manusia. Tetapi tak dapat disangkal, Allah telah menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya; dan hanya Anak Manusia yang dapat melakukan segala yang dikehendaki Bapa di surga. 

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. WaktuNya belum tiba. Kemudian  Yesus pergi dari tengah-tengah ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar." Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya. Yohanes berkata-kata tentang Yesus, karena dia datang untuk mempersiapkan jalan bagiNya. Yohanes sungguh-sungguh sadar bahwa Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus, dan dia sendiri sadar bahwa membungkuk membuka tali sandalNya pun, merasa tidak layak dan pantas. Yohanes tahu bahwa Anak  Tunggal Bapa sudah ada semenjak sebelum dunia dijadikan.




Oratio :

Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau mengangkat kami menjadi anak-anak Bapa di surga. Ajarilah kami untuk semakin menghayati panggilan suci itu  dengan bersikap murah hati seperti Bapa sendiri. Amin.




Contemplatio :

"Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?".









Oremus Inter Nos, 
Marilah kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening