Kamis dalam Pekan Prapaskah III, 12 Maret 2015


Yer 7: 23-28  +  Mzm 95  +  Luk 11: 14-23

 

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.  Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."  Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.  Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.  Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.  Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.  Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.  Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.  Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Dia membuat segala-galanya baik adanya. Kuasa kegelapan pun takut kepadaNya.  Maka heranlah orang banyak; tetapi ada di antara mereka yang berkata: Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.  Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.  Apa yang baik pun tidak pernah dilihatnya sebagaimana adanya. Apakah memang mereka itu selalu berpikir negatif? Kalau memang benar, mengapa semuanya itu terus mereka ikuti, dan tidak mau hidup baru dengan memandang sesamanya baik adanya?

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: 'setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh'. Yesus memberi perumpamaan kepada mereka. Demikian juga,  jikalau iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan. Bukankah kamu menuduh Aku mengusir setan dengan kuasa beelzebul?  Kalau 'Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?'. Bukankah kalian selalu berpikir negatif? Bukankah kalian ini jahat adanya?  Merekalah yang akan menjadi hakimmu. Yesus mengingatkan agar mereka tidak selalu berkata yang bukan-bukan terhadap sesamanya. Berbicara sembarangan akan menjadi umpan balik bagi setiap orang.

Sebaliknya,  'jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu'. Allah berkuasa atas segala-galanya. Allah sungguh-sungguh hadir di depanMu, karena memang Dia telah menunjukkan keagungan dan kekuasaanNya. Dia memang tidak berkata-kata Akulah Dia yang berkuasa. Akulah Allah. Dia hanya menyatakan segala sesuatu dengan kuasa yang dimilikiNya. Bukankah,  apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya; tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya?

'Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan', tegas Yesus kepada mereka semua yang mendengarkan Dia. Yesus berkata demikian, karena memang hanya dalam Dia ada keselamatan,  maka tidak bersama dengan Dia berarti di luar keselamatan dan menolak keselamatan itu. Dia datang untuk mengumpulkan dan mencari anak-anak Allah yang tercerai berai, sedangkan mereka yang mencari kepuasan diri berarti memisahkan diri dari Dia sang Empunya keselamatan. Inilah kehendak Tuhan, dan hal ini telah lama dinyatakan Allah sendiri sejak awal mula, sebagaimana dikatakan nabi Yeremia: 'dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!' (Yer 7: 23)

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ampuni dan kuduskanlah hati dan budi kami, sebab kadang kamipun berpikiran negatif terhadap sesama, supaya kami semakin  peka akan Engkau dan menikmati keselamatan daripadaMu. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening