Minggu dalam Pekan Prapaskah III, 15 Maret 2015


2Taw 36: 14-23  +  Ef 2: 4-10  +  Yoh 3: 14-21

 

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus bersabda: 'sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.  Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.  Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;  tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

 

 

 

Meditatio

'Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. yesus memberikan gambaran kepada para pendengarNya, agar berani percaya dan percaya kepadaNya. Hanya dengan melihat ular tembaga, banyak orang Israel bebas dari maut, demikian secara sengaja Anak Manusia ditinggikan di kayu salib, agar semua orang yang percaya kepadaNya beroleh keselamatan. Yesus, Anak Allah yang tersalib adalah memang kemauan Allah. Semuanya itu terjadi,  'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'. Kematian Yesus bukanlah sebuah kecelakaan atau sebuah resiko dari tindakan-tindakan yang dikerjakanNya, melainkan memang sebuah pilihan Allah untuk menyelamatkan umat manusia.  Secara sengaja,  'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya'.

Atas dasar kehendak Bapa yang kudus inilah, Yesus menegaskan: 'barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah'. Kepercayaan kepada Anak Tunggal Bapa menjadi syarat bagi setiap orang untuk beroleh keselamatan. Tidak percaya kepada Anak Tungal Allah akan beroleh hukuman? Tidak percaya kepada Kristus Tuhan tidak mendapatkan keselamatan abadi? Bagaimana dengan mereka yang mempunyai kepercayaan lain? Tidak usah kita gelisah. Tuhan Allah akan atur semuanya. Tuhan Allah lebih pandai dan bijak daripada kita. Dia tahu pasti bagaimana menyelamatkan seluruh umat manusia, orang-orang yang dikasihiNya. Spiritualitas kristiani menegaskan memang bahwa Allah menghendaki semua orang, tanpa terkecuali, beroleh keselamatan. Allah mengundang dan mengundang setiap orang untuk datang kepadaNya, menikmati keselamatan yang memang hanya Dia yang mampu memberikannya.

Paulus sebagai seorang beriman mengingatkan sungguh akan semua hal ini. Dia menegaskan: 'saudara-saudariku, karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya' (Ef 2: 8-10). Setiap orang harus bangga dengan iman kepercayaan yang dimilikinya, sebab berkat iman itulah setiap orang diselamatkan. Keberanian kita memandang Dia yang tersalib semakin mendatangkan keselamatan itu.

Apakah Allah menghukum orang-orang yang tidak percaya? Begitu tegakah Allah menghukum orang-orang yang dikasihiNya? Bukankah Dia Allah yang maha pengasih dan penyayang? Sesungguhnya,  dengan tidak percaya kepadaNya orang-orang otomatis berada dalam hukuman, karena pilihan hidup mereka, dan bukannya pada keselamatan itu sendiri, melainkan secara sengaja mereka ingin berada di luar keselamatan. Sebab memang  'Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;  tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah'. Ketidakselamatan diri adalah sebuah pilihan hidup dari seorang pribadi.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, begitu besar kasih Allah kepada umat manusia, sehingga Dia mengutus Engkau datang ke tengah-tengah kami. Engkau secara sengaja menjadi tebusan bagi umat manusia, yang memang hanya satu tujuannya yakni agar semua orang beroleh selamat. Bantulah kami untuk selalu mengamini sabda dan kehendakMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal'.  

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening