Rabu dalam Pekan Prapaskah III, 11 Maret 2015


Ul 4: 5-9  +  Mzm 147  +  Mat 5: 17-19

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

 

 

 

Meditatio

'Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya', tegas Yesus kepada para muridNya. Yesus tidak mengubah sama sekali. Contoh konkrit berkenaan dengan pembunuhan. Bukan saja orang yang membunuh harus dihukum, melainkan orang yang marah pun harus dihukum, sebab akar dari suatu pembunuhan adalah sikap marah yang berkepanjangan dan dibiarkan membara tanpa arah. Demikian juga soal aturan hari Sabat, di mana Yesus menantang banyak orang: manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan atau membinasakan? Yesus bukannya tidak taat dengan segala yang tersurat dalam kitab Taurat, malahan Yesus meradikalisasi segala yang telah tersurat dalam kitab suci.

'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'.  Bila semuanya sudah sirna, tentunya segala hukum Taurat dan kitab para nabi tidak perlu lagi. Bukankah sudah tidak ada manusia yang hidup di dunia ini. 'Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.  Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi' (Ul 4: 5-6), tegas Musa kepada umat Israel. Perintah-perintah inilah yang tersurat dalam hukum Taurat yang memang menghantar setiap orang menjadi bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri. Sabda dan kehendak Tuhan tetap ada dan menjadi pedoman hidup manusia, karena memang sabdaNya kekal abadi. Segalanya akan berlalu tetapi sabdaKu tak akan berlalu. 'Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga', janji Yesus kepada setiap orang

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kiranya kami semakin mengerti dan melaksanakan sabda dan kehendakMu di atas segala hukum dan aturan yang ada, dengan semakin melaksanakan hukum cinta kasih yang Kau ajarkan, yang membawa keselamatan bagi kami. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam kerajaan Sorga'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening