Rabu dalam Pekan Prapaskah IV, 18 Maret 2015


Yes 49: 8-15  +  Mzm 145  +  Yoh 5: 17-30

 

 

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali berkata  berkata kepada mereka, yang mendengarkan pengajaranNya: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."  Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.  Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.  Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.  Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.  Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,  supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.  Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.  Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.  Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,  dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.  Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku".

 

 

 

Meditatio

'Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga', tegas Yesus kepada mereka semua. Sebuah penyataan yang membuat telinga mereka semakin panas, karena  'Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Mereka semakin berang,  bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat,Yesus malah dituduh menghojat Allah, menyamakan diri dengan Allah,  sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya. Kita dapat membayangkan kegalakan mereka dengan orang-orang yang merasa dirinya benar dan baik selalu.

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya', tegas Yesus kepada mereka. Yesus bukannya cooling down  terhadap situasi yang ada, malah mempertajam persoalan. Sungguh, 'apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak'.

'Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran'. Bapa tidak hanya menunjukkan kepada Anak, tetapi memberi kuasa kepada Anak untuk melakukan segala sesuatu yang dilakukanNya. Dalam hal apa saja? Pertama, 'sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya'. Kalau banyak orang heran terhadap Yesus, apalagi orang-orang sekampung halamanNya, karena memang Dia dapat melakukan segala sesuatu yang hanya bisa  dilakukan oleh Allah Bapa di surga. 'Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri'.

Kedua, 'Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak', maka 'Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku'. Aku melakukan semuanya itu, 'supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia'.

Ketiga,  'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup'. Yesus berkata demikian sekaligus hendak menegaskan diriNya, bahwa memang diriNya adalah Sabda yang telah menjadi Manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Mereka yang percaya tidak akan dihukum, sebab mereka memang selalu melakukan segala yang baik dan benar, dan mereka selalu datang kepada Terang itu, sebagaimana kita renungkan dalam hari Minggu kemarin.

Keempat,  'Aku berkata kepadamu: sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.       Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,  dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum'.  Suatu kenyataan yang dikatakan Yesus, bahwasannya memang akan terjadi pemisahan di akhir hidup, bukan karena kemauan Allah, melainkan karena pilihan umat manusia sendiri. Keberanian setiap orang untuk menemukan Tuhan dalam diri sesama, terlebih mereka yang hina dan papa, akan menikmati sukacita abadi, yakni duduk di sebelah kananNya.

Segala sesuatu dilakukan Yesus memang guna menyatakan betapa besar kasih Allah kepada umatNya, bukan dalam keagungan dan semarak, melainkan dalam belaskasih dan kelemahlembutan. Sebab Dia menyelamatkan umat manusia bukan dengan kuasa yang dimilikiNya, melainkan dengan kasih yang ditampakkan dalam salibNya yang kudus.  'Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi.  Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau' (Yes 49: 8.15), tegas Tuhan Allah semenjak semula.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami yang telah mendengar sabdaMu kiranya semakin berani datang dan peka dalam mengenali kehadiranMu yang menyelamatkan dalam diri sesama dan  boleh menikmati sukacita abadi bersamaMu kelak. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening