Sabtu dalam Pekan Prapaskah IV, 21 Maret 2015

Yer 11: 18-20  +  Mzm 7  +  Yoh 7: 40-53

 

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataanNya itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."  Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal." Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.  Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"  Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"  Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?  Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?  Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"  Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:  "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"  Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."  Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,

 

 

Meditatio

Suatu hari beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataanNya itu, berkata: Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.  Yang lain berkata: Ia ini Mesias.  Tetapi yang lain lagi berkata:  bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal. Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.  Mungkin kita tertwa sekarang ini mendengarkan cerita ini, karena memang kita sudah banyak mengetahui Siapakah Yesus itu. Ketidak mengertian bisa menimbulkan pertentangan satu dengan lainnya, terlebih bila ada seseorang yang tidak mau mendengarkan orang lain, merasa diri benar dan tahu segala-galanya. Kehadiran Yesus memang  'menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan' (Luk 2: 34) bagi banyak orang.

          Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi.  Mereka melaporkan tentang keadaan sebenarnya, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Melihat para penjaga pulang dengan tangan hampa, bertanyalah mereka:  'mengapa kamu tidak membawa-Nya?'. Mereka dimintai pertanggungan jawab.  Jawab penjaga-penjaga itu: 'belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!'.  Dia begitu hebat dan penuh kuasa. Apakah para penjaga sempat berani berkata: Dia mengajar dengan penuh kuasa tidak seperti kalian? Mendengar jawaban mereka, orang-orang Farisi bertanya  kepada mereka: 'adakah kamu juga disesatkan?  Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?  Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!'.  Mereka mengambil hukum Taurat sebagai referensi atas ucapan mereka sendiri, tetapi sayang juga pengetahuan mereka tentang hukum Taurat juga amat terbatas. Mereka dituduh sebagai orang-orang terkutuk, karena kepercayaan mereka kepada Orang Nazaret itu, yang memang tidak tersurat sebagaimana dituliskan dalam kitab suci. Sebaliknya, apa yang mereka lakukan menggambarkan kejahatan yang selalu terbenam dalam diri manusia, yang mencari kepuasan diri dan punya kuasa. 'Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!' (Yer 11: 19b).

Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:  'apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?'. Nikodemus sebenarnya tidak hanya membela Yesus yang pernah ditemuinya, melainkan dia menyatakan kebenaran juga dalam soal keadilan.  Jawab mereka: 'apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea'. Pengalaman insani memang tidaklah sempurna. Daya ingat manusia juga amatlah terbatas. Memang benarlah, sebagaimana dikatakan Tuhan dalam kitab Yeremia: 'terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah' (Yer 17: 5-8).  Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar mau mendengarkan, dan bukannya menghakimi dalam menghadapi persoalan, sehingga kami dapat menemukan makna terdalam pada setiap peristiwa kehidupan. Mampukanlah kami, ya Yesus, dalam membela kebenaran. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening