Selasa dalam Pekan Prapaskah V, 24 Maret 2015


Bil 21: 4-9  +  Mzm 102  +  Yoh 8: 21-30

 

 

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang."  Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.  Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."  Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?  Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia."  Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.  Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.  Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."  Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

 

 

Meditatio

'Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang', tegas Yesus kepada mereka yang mendengarkan pengajaranNya. Kematian memang membuat seseorang masuk turun ke titik nol. Itulah yang membuat alasan mengapa orang takut akan kematian. Tidak ada orang memang mampu mengejar Dia, apalagi tinggal bersama Dia, bila tidak ditarik sendiri olehNya. Aku akan pergi menyediakan tempat bagiMu. Aku akan kembali dan membawa kalian, supaya di mana Aku berada, kamupun berada (Yoh 11).

'Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?'.  Sebuah pertanyaan yang menandakan keterbatasan dan kelemahan manusia untuk memahami siapakah Yesus Kristus itu. Mereka tidak memahamiNya, karena bertitik tolak dari pengalaman insani. Mendengar pertanyaan Yesus menegaskan realitas yang insani dan ilahi. 'Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.  Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu'. Namun keduanya dapat dipersatukan dengan keberserahan diri yang insani itu kepada yang ilahi. 'Jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu'. Ketidak mauan seseorang percaya dan berserah diri kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan berarti membiarkan diri tetap tinggal dalam posisi nol, kematian. Kematian adalah akibat dosa, karena memang dosalah yang menarik manusia pada kematian. Kodrat manusia yang ilahi, yang sesuai dengan citra Allah telah dirusak oleh dosa (Kej 3), dan membuat dirinya terlempar keluar dari taman Eden.

'Siapakah Engkau?', tanya mereka yang sepertinya mau semakin mengenal sang Guru.  'Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia', jawab Yesus. Sebagaimana Musa meninggikan ular di padang gurun (Bil 21), demikianlah Anak Manusia harus ditinggikan. Setiap orang diminta mengakui diriNya secara benar, karena mereka melihat apa adanya, dan bukan kata orang. Yesus melarang orang-orang yang mendapatkan mukjizat mewartakan siapa diriNya, karena memang Yesus ingin setiap orang berkata-kata tentang diriNya.  Mereka sendiri akan melihat dan merasakan bahwa Dialah Kristus Tuhan, yang menarik setiap orang datang kepada keselamatan. Ketika Dia ditinggikan di salib, barulah setiap orang akan mengakui, 'bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.  Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya'. Ketahuilah, tambah Yesus kepada mereka semua, 'Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia'.  Yesus mengatakan kepada mereka siapakah Bapa yang mengutusNya; dan hanya sabda dan kehendakNya itulah yang dilakukanNya selama ini. Kini Yesus mengungkapkan keyakinanNya, bahwa kemauan orang untuk meninggikan diriNya, dan membiarkan diri mereka ditarik olehNya akan membuat mereka mengenal siapakah diriNya. Inilah keyakinan Yesus yang ditaburkan dalam diri umatNya.  Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, lewat salibMu kami memperoleh penebusan dan hidup kekal. Bantulah kami agar semakin mengenal dan memahami Engkau lewat sabdaMu, dan mampu menghadirkan Engkau dalam sikap hidup kami yang akan membawa semakin banyak orang mengenal Engkau. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening