Hari Raya Paskah, Kristus bangkit Alleluya, 5 April 2015


Kis 10: 34-43  +  Kol 3: 1-4  +  Yoh 20: 1-9

 

 

 

Lectio

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.  Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."  Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.  Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.  Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.  Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.  Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.  Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

 

 

 

Meditatio

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Pemberani juga Maria satu ini. Pagi-pagi kali di hari ketiga wafatNya sang Guru, dia sudah mau menjumpai lagi Orang yang dikasihinya. Ternyata dia mendapatkan kenyataan yang tidak diharapkan. Batu penutup kubur sudah tidak ada pada tempatnya. Tanpa bertanya-tanya,  Ia segera berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus.  Ke mana para murid yang lain? Apakah mereka tidak satu rumah? Atau memang mereka berdua Petrus dan Yohanes sedang berembuk sesuatu sehingga mereka lagi berdua?  

'Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan'. Itulah kesimpulan yang dikatakan Maria kepada kedua murid Yesus. Apakah tidak mungkin dipikirkan bahwa memang batu terguling karena pada waktu penguburan orang-orang tidak kuat mengangkat batu untuk menutup kubur, atau karena memang ada orang yang usil mengambil batu penutup liang kubur  itu? Batu yang tidak terpasang lagi pada tempatnya adalah bukti bahwa jenasah Yesus tidak ada lagi di makam. Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.  Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.  Tanpa banyak kata kedua murid itu langsung pergi juga. Mereka tidak bertanya-tanya kapan semuanya itu terjadi; dan orang muda lebih cepat dalam segala hal dibuktikan oleh Yohanes dalam menanggapi peristiwa itu.

Ia, Yohanes, murid yang dikasihiNya,  menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.  Sopan kali Yohanes ini. Dia tidak mau mendahului masuk sebelum dia yang dituakan masuk terlebih dahulu. Yohanes adalah perwakilan kaum muda yang tahu menempatkan diri dalam kebersamaan hidup. Tidak terpikirkan memang oleh akal budi: langsung masuk atau menunggu terlebih dahulu, tetapi semuanya ini hanya bisa keluar dari jiwa seorang yang berbudi. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.  Semua tertata dengan rapi dan teratur. Sepertinya Dia tidak diambil atau dicuri oleh orang lain. Semuanya terjadi dengan baik adanya. Situasi yang baik adanya menunjukkan adanya kebaikan di tengah-tengah peristiwa itu. Dalam peristiwa ini menunjukkan tidak ada lagi kematian dalam kubur yang telah terbuka itu. Segala yang tertata rapi menunjukkan bahwa Dia yang dibaringkan di situ tidak mati lagi. Dia yang sebelum hari Sabat itu mati di salib, kini sesudah hari Sabat lewat, bangkit dari kematian, sebagaimana pernah dikatakanNya sendiri dan seperti yang dinubuatkan oleh para nabi dalam Perjanjian Lama. Dia hidup.  Segala yang tertata rapi dan indah itu seolah-olah berkata: 'kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia' (Mrk 16), sebagaimana diceritakan dalam Injl Markus.  

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Murid yang satu ini akhirnya ingat, bahwa Dia, sang Guru, selalu meninggalkan segala sesuatu baik adanya, 'yang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik' (Mat 15: 5). Segala yang baik itu memang berasal dari Atas (bdk Yak 1: 17). Semuanya itu memang dapat dipahami dengan baik, di mana Maria Magdalena tidak akan gelisah, dan kedua murid juga tidak akan berlari-lari, jika  mereka mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Kepekaan Yohanes cukup bisa dibanggakan untuk mengingat segala yang telah dikatakan oleh Yesus kepadanya. Yohanes merasakan bahwa kehadiranNya tampak dalam aneka situasi, terutama pada aneka hal yang baik adanya, dan semua itu dapat juga kita alami, bahkan kita tumbuhkembangkan dalam hidup kita, bila memang kita juga selalu berkomunikasi dengan Dia yang bertakhta di surga, yakni Dia sang Empunya kehidupan ini. Karena itu, Paulus dalam suratnya kepada umat di Kolose meminta kita untuk selalu 'mencari perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah'. Sebab bagaimana kita dapat menemukan Dia ada dalam peristiwa hidup kita, kalau memang kita tidak mau mengenal Dia terlebih dahulu, sebagaimana tersurat dalam Kitab Suci. Selain kita akan dapat menemukan kehadiranNya dalam segala peristiwa hidup ini jika kita berani mencari perkara yang di atas, 'kita yang  telah mati dan hidup  tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah ini, apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kita pun akan ikut menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan' (Kol 3: 1-3).

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkaulah kebangkitan dan hidup, buatlah kami semakin merasakan kehadiranMU dalam peristiwa hidup ini, dan semanagatilah kami dalam membaca kitab suci yang akan memudahkan kami menemukan dalam diri sesama kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening