Kamis dalam Oktaf Paskah, 9 April 2015

Kis 3: 11-26  +  Mzm 8  +  Luk 24: 35-48

 

 

 

Lectio

Malam itu kedua orang yang pulang dari Emaus  menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.  Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"  Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?  Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."  Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.  Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"  Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.  Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.  Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.  Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,  dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini".

 

 

 

Meditatio

Malam itu kedua orang yang pulang dari Emaus  menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti; dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka. Darimana Dia masuk tidak ada orang yang tahu, tetapi memang tiba-tiba Dia ada di tengah-tengah orang-orang yang dikasihiNya.  Berkatalah Yesus kepada mereka: 'damai sejahtera bagi kamu!'.  Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.  KehadiranNya menakutkan dan membuat banyak orang terkejut, karena Dia datang dengan tiba-tiba. Segala sesuatu biasanya berjalan sebagaimana alurnya waktu, dan tidak dengan tiba-tiba, yang semuanya pasti di luar daya kemampuan nalar insani.  

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: 'mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?  Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku'. Yesus menyatakan siapakah diriNya itu.  Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.  Dia mempunyai tubuh sebagaimana yang mereka sehari-hari dalam pergaulan mereka selama ini. Tidak ada dari para murid yang bertanya dan menyahuti Dia.  Manakah bekas luka-lukaMu? Tidak ada yang berani menanyakan demikian.  Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: 'adakah padamu makanan di sini?'.  Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.  Mengapa mereka mengambil ikan goreng? Tidak adakah makanan yang lain?  Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Yesus sungguh hidup. Dia makan dan minum seperti kita. Apa yang disampaikan kedua murid dari Emaus kami telah melihat Tuhan, kini terlihat sendiri oleh mata kepala mereka. Hanya saja tidak ada di antara mereka yang berani meraba tubuhNya yang kudus.

Yesus berkata kepada mereka: 'inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur'. Perkataan yang mana? Minimal penegasan, bahwa Anak Manusia  'harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga' (Mat 16: 21) Itulah yang pernah disampaikan kepada para muridNya. Kematian dan kebangkitan Kristus seharusnya tidak mengagetkan dan menggelisahkan mereka. Inilah kenyataan keselamatan yang harus diterima oleh seluruh umat manusia.  Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.  Kata-Nya kepada mereka:  'ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,  dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem'. Penderitaan, kematian dan kebangkitan adalah peristiwa demi peristiwa yang harus dijalani oleh sang Penyelamat manusia.  Semua orang, tanpa terkecuali, yakni segala bangsa dan dimulai dari Yerusalem, diundang kepada keselamatan itu. Namun tak dapat disangkal untuk menikmati keselamatanNya itu setiap orang harus berani memanggul salib kehidupan, sebagaimana Dia telah memanggulnya terlebih dahulu. Memanggul salib itu tidak lain dan tidak bukan adalah penyangkalan diri. Pertobatan harus dilakukan oleh segala bangsa guna mendapatkan  pengampunan dosa.

'Kamu adalah saksi dari semuanya ini'. Penegasan Yesus ini dinyatakan kepada mereka, karena memang para muridlah yang bergaul semenjak mula dengan Yesus Kristus. Mereka bergaul dari awal sampai akhir hidup Yesus, dan kini mereka sendiri dengan mata kepala sendiri melihat dan merasakan bahwa Yesus hidup. Dia tidak mati lagi, melainkan bangkit dan hidup. Mereka diminta menjadi saksi-saksiNya karena mereka selalu hidup bersamaNya.

Apa yang disampaikan Yesus secara konkrit dan nyata dilakukan oleh Petrus dan Yohanes sebagaimana diceritakan dalam Kisah Rasul. Dengan berani mereka berseru:  'Ia Yesus Kristus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.  Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.  Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.  Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.  Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,  agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus' (Kis 3: 15-20).

Apakah kita adalah orang-orang yang merasakan juga kebangkitan Kristus? Aneka hal apa saja yang membuat kita berani berkata bahwa kita adalah orang-orang yang menikmati karunia kebangkitanNya?

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, wafat dan kebangkitanMu menghapus segala dosa dan membawa keselamatan bagi kami. Perbaharuilah hidup kami agar kamipun semakin dikuatkan dalam memanggul salib kehidupan kami. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening