Minggu dalam Pekan Paskah IV, 25 April 2015

Kis 4: 8-12  +  1Yoh 3: 1-2  +  Yoh 10: 11-18

 

 

 

Lectio

Suatu hari bersabdalah Yesus: 'Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;  sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.  Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.  Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku'.

 

 

 

Meditatio

'Akulah Gembala yang baik', tegas Yesus kepada para muridNya. Mengapa Yesus berkata demikian? Apa persyaratan Gembala yang baik?  Pertama, 'Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;  sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.  Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu'. Gembala yang baik adalah seorang gembala yang bertanggungjawab terhadap sekawanan domba yang dimilikinya. Dia berani mempertaruhkan hidupnya untuk menjaga keselamatan kawanan domba yang dimilikinya. Dia tidak mau kehilangan seokor domba yang dimilikinya, dia sangat sayang terhadap domba-dombanya, bukan seperti mereka yang bekerja sebagai gembala.

Yesus itu bagaikan seorang gembala terhadap kawanannya. Yesus adalah Gembala yang baik karena Dia memberikan nyawaNya demi keselamatan umat manusia. Dia datang ke dunia bukan untuk mencari kesenangan diri sendiri, dan bukan pula untuk menghakimi dan menghukum dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

Kedua,  'Akulah Gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku'.Gembalaya yang baik memang mengenal setiap domba yang menjadi kawanannya. Suara sang gembala amat dikenal oleh kawanan dombanya sehingga ke mana saja dia pergi, kawanan domba akan selalu mengikutinya. Kawanan domba mengikutinya, karena dia percaya kepada sang gembala yang akan mencarikan padang rumput yang menghijau.

Yesuslah Gembala yang baik, karena Dia mempunyai relasi yang akrab dengan umatNya. Sebagaimana Dia mengenal Bapa, dan Bapa mengenal diriNya, demikianlah relasi Yesus dengan umatNya.

'Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala'. Penegasan Yesus ini berkaitan dengan kabar keselamatan yang disampaikan, bukan hanya kepada umat Israel, yang memang semenjak semula menjadi umat pilihanNya, tetapi juga kepada bangsa-bangsa yang lain, terlebih mereka yang berkehendak baik untuk menikmati keselamatan. Bukankah memang Allah menghendaki semua orang beroleh selamat. Allah datang ke dunia hendak menyatukan seluruh umat manusia.  

'Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali'. Yesus memang datang ke dunia, memang hendak menjadi tebusan bagi dunia.  'Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri'. Hal itu pula yang pernah dikatakanNya kepada Pilatus ketika Dia dihadapkan sebagai Orang terdakwa. 'Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas' (Yoh 19: 11). Yesus berkata demikian, karena memang hanya Bapa di surga yang berkuasa atas diriNya, Dia yang mengutusNya datang ke dunia.  'Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali', tambah Yesus, walau semuanya itu tidak dilakukanNya, karena ketaatanNya kepada Bapa di surga. Dia berhak dan mampu mengambil cawan, tetapi tidak dilakukanNya, karena Dia tidak mau melakukan kehendakNya sendiri.  Semuanya itu disadariNya secara penuh; maka dengan tegas Yesus menyatakan:  'inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku'.

Spiritualitas Gembala yang baik inilah yang kiranya dikenakan kepada diri setiap para Pastor yang berkarya dalam karya pelayanan umat.  Pertama, mereka harus siap mengurbankan hidup; yang mungkin tidak dengan menyerahkan nyawa, tetapi dengan menyerahkan diri kepada tugas perutusan ke mana saja mereka mendapatkan tugas. Ketaatan Yesus kepada Bapa di surga hendaknya menjadi pedoman hidup nyata bagi para imam.

Kedua, sebagaimana Yesus yang melayani umatNya, demikian juga bagi setiap Pastor yang berkarya dalam aneka bidang pelayanannya. Dia harus bersemangat: aku datang bukan untuk melakukan kehendakku, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.

Ketiga,  menjalin relasi yang baik dengan umat yang digembalakannya. Sebagaimana Yesus mengenal suara umatNya, dan mereka juga mengenal saudaraNya, demikianlah setiap pastor hendaknya mengenal umatnya, dan selalu siap memimpin mereka semua untuk semakin mengenal Tuhan Allah sang Empunya kehidupan

Ketiga hal ini harus dilakukan oleh setiap imam atau pastor, karena kepercayaan Tuhan sendiri yang ditanamkan dalam diri mereka. Mereka diminta untuk 'menggembalakan kawanan domba Allah yang ada, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri' (1Pet 5: 2), sebab Yesus sendirilah sang Empunya kehidupan, dan mereka diminta untuk 'menggembalakanlah domba-domba-Nya' (Yoh 21: 15). Yesuslah satu-satunya sang Empunya kawanan domba, dan para pastor hanya ambil bagian dalam karya pelayanan kasih sebagaimana dilakukan sendiri oleh sang Gembala.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kasihMu yang begitu besar di dalam hidup kami. Tidak Engkau biarkan seorangpun kami, anak-anakMu ini lepas dan hilang dari pandanganMu. Bantulah kami, agar kamipun berani berkorban untuk orang lain, agar setiap orang dapat menikmati keselamatan bersamaMu. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening