Pesta Santo Markus, Pengarang Injil, 25 April 2015

1Pet 5: 5-14  +  Mzm 89  +  Mrk 16: 15-20

 

 

 

Lectio

Sewaktu menampakkan diri kepada para muridNya Yesus berkata: 'pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.  Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

 

 

Meditatio

Sewaktu menampakkan diri kepada para muridNya Yesus berkata: 'pergilah ke seluruh dunia', bukan hanya ke Yerusalem, atau tanah Galilea atau tempat-tempat di mana umat Israel berdomisili, melainkan pergi ke seluruh dunia.  'Beritakanlah Injil kepada segala makhluk'. Injil harus diwartakan, karena Injil adalah sabda dan kehendak Tuhan Allah, sang Empunya kehidupan. Injil adalah warta keselamatan, kabar sukacita. Diwartakan kepada segala makhluk, bukan saja kepada umat Israel, bukan saja kepada seluruh umat manusia, tetapi kepada segala makhluk; makhluk hidup dan mati maksudnya? Injil diwartakan kepada seluruh ciptaan Allah.  'Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum'. Penegasan ini sepertinya hendak menyatakan bahwa warta keselamatan hendak disampaikan kepada umat manusia. Penggunaan kata siapa, kiranya dapat dimengerti hanya disampaikan kepada seluruh umat manusia. Yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan. Yang tidak percaya, tentunya juga tidak akan dibaptis, akan dihukum. Apakah yang dimaksudkan tidak percaya kepada Kristus Tuhan? Tentunya kepada Kristus Tuhan. Bagaimana dengan mereka yang tidak percaya kepada Kristus Tuhan yang telah menjadi Manusia? Tuhan Allah akan atur semuanya itu. Kita yakin Tuhan Allah menghendaki semua orang, tanpa terkecuali, beroleh selamat. Percaya kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan memang membawa keselamatan, dan hanya padaNyalah kiranya seluruh umat manusia harus menyembah dan merundukkan diri. Hanya dalam nama Tuhan Allah ada kehidupan dan keselamatan. 

'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'. Bagaimana dengan mereka yang percaya, tetapi tidak mempunyai kuasa-kuasa yang menakjubkan itu? Mungkinkah mereka boleh  menuntut kepada Tuhan Yesus? Atau bagaimana kita harus memahami sabda dan kehendakNya ini? Tak dapat disangkal, situasi kebalikan seringjuga terjadi, bahwasannya mereka yang percaya hidup dalam kelamahan dan keterbatasan hidup; salib yang mereka panggul malah amatlah berat dan menyakitkan. Kita yang sehat kiranya berani menaruh perhatian kepada mereka. Bukankah anugerah-anugerah itu disampaiakan kepada kepada semua orang dalam pembangunan umat Allah? Ketidakpedulian kita terhadap mereka, tidaka ubahnya memakan rejeki yang harus mereka nikmati.

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.  Dia terangkat ke surga, karena memang Dia berasal dari surga. Hanya Dia yang telah turun dari surga, naik ke surga mulia.  Dialah Allah yang menjadi manusia. Dia duduk di sebelah kanan Allah adalah sebuah ungkapan bahwa Dia yang memang akan melanjutkan karya penyelamatan Allah, karena memang Dialah Allah  yang menjadi manusia. Dia terangkat ke surga, karena Dia sang Penguasa waktu tidak mau terikat oleh waktu, malah dengan perutusan yang disampaikan kepada para muridNya, Dia mengajak semua orang untuk terlibat dalam karya penyelamatan Allah. Tuhan Allah mengajak setiap orang untuk berani berbagi keselamatan, karena pada dasarnya setiap orang menghendaki sesamanya juga menikmati sukacit. Keberanian setiap orang untuk ambil bagian dalam karya penyelamatan adalah wujud nyata kebersamaan hidup, bahwasannya kita ada bersama.  

Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Tanpa banyak bertanya mereka semua langsung berangkat untuk mewartakan sabda dan kehendakNya. Mereka tidak sendirian, karena  Roh Allah menyertai dan mendampingi selalu. Allah turut bekerja dalam diri orang yang mengamini sabda dan kehendakNya. Markus adalah salah seorang yang aktif  terlibat dalam karya pewartaan Injil, walau taak tersurat namanya. Dia adalah seorang penulis Injil yang mendapat ilham Allah sendiri, yang menuliskan pengalaman hidup bersama Yesus yang bangkit dan hidup.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau diwartakan oleh umat manusia karena memang mereka merindukan keselamatan yang Engkau janjikan sendiri. Semoga kami pun juga berani berbagi keselamatan dengan sesama, terlebih mereka yang harus memanggul salib dengan berat. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening