Rabu dalam Pekan Paskah II, 15 April 2015


Kis 5: 17-26  +  Mzm 34  +  Yoh 3: 16-21

 

 

 

Lectio

Kata Yesus kepada Nikodemus: 'karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.  Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.  Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.  Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;  tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah'.

 

 

 

Meditatio

'Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal', tegas Yesus. Semuanya ini adalah kemurahan hati Allah kepada seluruh ciptaanNya, khususnya umat manusia, ciptaan yang paling dikasihiNya. Kasih itu semakin dapat dinikmati secara istimewa oleh mereka semua yang percaya kepadaNya.  'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya'. Sebab semenjak awal dunia Allah menghendaki semua orang menikmati keselamatan. Manusia pun dicptakan dalam keberadaan sesuai dengan gambar Dia sendiri. Karena itu, 'barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah'. Hanya ada dua pilihan: beroleh keselamatan atau menolak kemauan baik Allah?  

Bila Allah mengamini kemauan manusia yang menolak diriNya apa bisa dimengerti Allah juga mengamini kemauan manusia untuk tidak selamat? Bukan, Allah tidak menghendaki seorang pun dari umatNya binasa. Hukuman itu secara sengaja memang dipilih dan digandrungi oleh beberapa orang.  'Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.  Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;  tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah'. Mereka menjadi orang-orang terhukum, bukan karena kehendak Allah, tetapi karena pilihan dan kemauan mereka sendiri. Allah tidak berani melarang mereka, karena Allah kita bukan Allah yang otoriter dan mau mencari menangnya sendiri. Allah semenjak mula telah memberi hati dan akal budi kepada setiap umatNya untuk selalu berani memilih yang terbaik dalam hidupnya. Allah tidak mau melawan dan menolak segala yang telah diberikanNya semenjak semula bagi orang-orang yang dicintaiNya.

Sebaliknya orang-orang yang berani memilih terang beroleh rahmat dan kasihNya. Para rasul sebagaimana diceritakan dalam Kisah para Rasul hari ini menunjukkan betapa besar peran Allah dalam hidup mereka (Kis 5: 17-26). Namun kiranya janganlah kita membayangkan mendapatkan kekuatan seperti itu, bukannya tidak bisa dan tidak mungkin terulang kembali, tetapi jaman telah berubah dan tantangan tidaklah segenting sebagaimana dialami para Rasul pada waktu itu. Kiranya semakin kita pertanyakan dalam hidup kita adalah sejauhmana kita selalu mengandalkan Tuhan Yesus Kristus dalam keseharian hidup kita.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, Engkau adalah Cahaya dalam hidup kami, tinggallah selalu dalam hati kami, agar melalui sikap hidup dan tindakan, kami dapat menjadi pribadi yang bercahaya bagi sesama di sekitar kami. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah'.

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening