Rabu dalam Pekan Suci, 1 April 2015


Yes 50: 4-9  +  Mzm 69  +  Mat 26: 14-26




Lectio :


Malam itu jua pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.  Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.  Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.


Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"  Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.


Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.  Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"  Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."  Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."




Meditatio :


Malam itu juga pergilah  Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.  Apa yang disampaikan Yesus dalam perjamuan itu 'apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera' (Yoh 13) seakan-akan menjadi peneguhan pada dirinya. Dia langsung pergi dalam bimbingan kuasa kegelapan.   Ia berkata:  'apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?'.  Yudas mengadakan transaksi dengan mereka; dan tanpa tawar-menawar  mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Inilah harga seorang Guru dari Nazaret. Mereka yang selama ini mengagung-agung Yesus, ternyata menghargai Yesus sebesar itu. Atau memang hanya sekedar balas jasa atas kebaikan Yudas Iskariot?  Dan mulai saat juga itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.  Yudas tidak mampu lagi melihat siapakah Guru yang dipercayainya selama ini. Kepentingan diri telah menyelimuti dirinya, sehingga dia tidak mampu melihat yang baik dan benar sebagaimana Tuhan limpahkan kepada setiap orang.


Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: 'di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?'.  Mengapa Yesus tidak berinisiatif mencari tempat untuk merayakan Paskah, mengapa baru setelah muridNya mengingatkan diriNya? Atau memang baru kali ini mereka hendak merayakan Paskah secara tersendiri sebagai satu komunitas? Kapan perayaan akan dilakukan juga belum diketahui mereka; tapi kira-kira pasti malam hari.  Jawab Yesus: 'pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku'. Persis sama dengan yang dikatakanNya di saat Yesus hendak masuk Yerusalem, yang hendak disambut sorak-sorai. Yesus mengandaikan semuanya telah tersedia adanya. Semuanya bisa dikatakan demikian, karena Yesus segala-galanya sebelum semua terjadi.  Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.


Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.  Ketika mereka sedang makan, Ia berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'. Mengapa Yesus tidak langsung terus terang siapakah dia yang hendak mengkhianati diriNya?  Mengapa Yesus menimbulkan pertanyaan dalam diri para muridNya.  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: 'bukan aku, ya Tuhan?'. Wajarlah mereka bersedih, karena adanya pengkhianatan. Yesus memperparah kesedihan mereka dengan tidak menyebutkan siapakah dia yang hendak menyerahkan diriNYa.   'Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku', tegas Yesus. Yesus memang sudah tahu siapakah yang hendak menyerahkan diriNya ke tangan manusia. Yesus sepertinya tidak berkuasa untuk melarang muridNya itu tetap setia kepadaNya. Kenapa?  Karena 'Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia', Yesus sadar bahwa segala sesuatu yang tersurat tentang diriNya akan dilakukanNya. Itu memang kehendak Allah. Dia datang hendak memenuhi kemauan Allah untuk menyelamatkan manusia.  'Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi' (Yes 50: 6). Kerelaan hati seorang Yesus yang pernah disampaikan Allah sendiri melalui nabi Yesaya. Dia datang dan rela menderita untuk umatNya.


'Akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan',tambah Yesus. Kalau memang itu kehendak Allah mengapa Yesus mengutuki dia yang hendak menyerahkan dirinya? Bukankah semuanya harus terjadi? Apakah semuanya itu bisa dipahami bila yang menyerahkan diriNya bukanlah orang yang mengikuti diriNya? Bukan orang yang dikasihiNya?


'Bukan aku, ya Guru?',  kata Yudas, yang hendak menyerahkan Dia. Mengapa Yudas tiba-tiba berkata demikian? Apa memang dia sudah berencana jauh-jauh sebelumnya? Atau baru saja ketika dia mencelupkan  tangan dalam pinggan bersama Yesus, karena pada saat itu juga kuasa kegelapan merasukinya seperti dikatakan  penginjil Yohanes? Atau bahkan ketika Yesus berkata: 'engkau telah mengatakannya', yang berarti dia juga mengamini segala yang tersurat dalam Kitab Suci?




Oratio :


Ya Yesus Kristus, kuasailah hati dan budi kami dengan kasihMu, agar mampu melihat yang baik dan benar dari arti dalam sebuah persahabatan. Sehingga kami dijauhkan dari kepentingan diri pribadi yang dapat menjatuhkan kami. Kuatkanlah kami selalu. Amin.





Contemplatio :


'Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia'.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening