Sabtu dalam Pekan Paskah II, 18 April 2015

Kis 6 : 1 -7  +  Mzm 33  +  Yoh 6: 16-21

 

 

 

 

Lectio :

Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka.
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!". Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.

 

 

 

 

Meditatio :

Ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu dan menyeberang ke Kapernaum. Murid-murid Yesus pergi ke danau dan naik ke perahu, mereka pergi tanpa Yesus.  Mengapa Yesus ditinggal sendirian? Seperti diceritakan perikop sebelumnya, setelah Yesus memberi makan  lima ribu orang hari mulai malam dan Yesus menyingkir ke atas gunung untuk berdoa. Yesus sebenarnya tidak ditinggalkan murid-muridNya, karena Yesus sendiri menghendaki mereka berangkat terlebih dahulu, sebagaimana direnungkan oleh Markus.  'Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-muridNya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang'  (Mrk 6: 45). Yesus ingin menyendiri dan murid-murid disuruh untuk berangkat lebih dulu.  Mengapa mereka harus naik perahu, dan bukannya jalan kaki?  Apakah perjalanan darat lebih sulit, sehingga murid-murid harus naik perahu? Ataukah dengan naik perahu mereka bisa memotong jalur, sehingga lebih cepat daripada menyusur daerah pantai yang bentuknya agak melingkar ?

Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang. Hari sudah gelap. Beberapa lama mereka berlayar, tidak diceritakan memang. Namun tak dapat disangkal cuaca di danau tidak bersahabat, angin kencang sehingga air di danau menjadi bergelora. Apakah mereka mengharapkan Yesus datang menyusul mereka? mungkinkah Yesus dating seorang diri dengan membawa perahu? Perahu siapa? Kalau mereka mengharapakan Yesus menjumpai dan menyusul mereka, apa mereka memikirkan Yesus hendak datang dengan perahu yang mana?  Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Mereka sudah mendekati tempat tujuannya, karena kira-kira sudah 5-6 km jauhnya dari tempat semula. Tiba-tiba mereka melihat Yesus berjalan ke arah mereka. Yesus berjalan di permukaan air.  Benarkah Yesus berjalan di atas air? Bagaimana semua itu bisa terjadi? Yesus datang dengan cara yang di luar kemampuan akal budi mereka.

Maka ketakutanlah mereka.  Sungguh wajar kalau mereka semua takut. Mengapa murid-murid ketakutan? Mereka terlalu disibukkan oleh angin ribut dan ombak, panik dengan keselamatan diri mereka sendiri. Kesibukan dan kepanikan membuat mereka tidak dapat berpikir dengan jernih. Mereka tidak sempat melihat segala sesuatu dengan hati. Segala mukjizat yang telah mereka lihat tidak lagi membantu  mereka melihat dan  mengerti segala yang indah dan baik adanya. Mata rohani mereka menjadi buta, karena egoisme jiwa dan raga yang ingin menyelamatkan diri.

Akhirnya Yesus berkata kepada mereka: 'Aku ini, jangan takut!'. Apakah Yesus sengaja? Tidak segera turun tangan begitu angin ribut datang? Apakah Yesus ingin menguji murid-muridNya seperti kemarin Yesus mencobai Filipus? Yesus tidak segera campur tangan menolong mereka karena Yesus ingin menguji iman mereka. Yesus tahu bahwa murid-muridNya tidak dalam bahaya.  'Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan' (Mz 33:18-19). Dia sang Empunya kehidupan tahu segalanya, mataNya selalu tertuju dan selalu memberi yang terbaik dan tepat waktu untuk murid-muridNya, dan juga kita semua tentunya. Segala halangan dan aneka masalah pasti teratasi kalau kita percaya, mengandalkan dan berharap pada kasih setiaNya.

Mereka pun mau mempersilahkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui. Seketika itu juga mereka sampai ke pantai. Ada bersama Yesus, segalanya mudah terselesaikan dengan baik adanya.



Oratio :

 

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur untuk kasih setiaMu yang begitu besar, mataMu selalu tertuju pada kami, tidak pernah Engkau membiarkan kami berjalan sendiri. Bukalah mata hati kami agar dalam pelbagai situasi kami tidak berfokus pada diri sendiri tetapi tetap bersandar kepadaMu. Amin

 

Contemplatio :

 

'Aku ini, jangan takut'

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening