Selasa dalam Oktaf Paskah, 7 April 2015


Kis 2: 36-41  +  Mzm 33  +  Yoh 20: 11-18

 

 

 

Lectio

Setelah kedua murid pulang ke rumah Maria tetap berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,  dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.  Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."  Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.  Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."  Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.  Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."  Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

 

 

Meditatio

Setelah kedua murid pulang ke rumah Maria tetap berdiri dekat kubur itu dan menangis. Mengapa Maria tidak ikut mereka pulang? Perasaan memang lebih bermain dalam diri Maria dari pada kedua murid tadi. Inilah saudara kita perempuan.  Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,  dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Maria tidak merasa kaget dan takut terhadap kedua malaikat itu. Dia pun tidak merasa kikuk dan gelisah dengan mereka. Maria tidak peduli dengan mereka. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: 'ibu, mengapa engkau menangis?'.  Apakah mereka serentak bertanya? Jawab Maria kepada mereka: 'Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan'. Ternyata kedua murid tadi sepertinya tidak memberitahu apa-apa, terlebih-lebih Yohanes. Pengetahuan Yohanes sepertinya juga tidak dibagikan kepada Maria. Dia yang percaya bahwa Yesus hidup tidak menyampaikan sesuatupun kepada Maria. Atau memang Maria tetaap pada pikirannya sendiri?

Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kenapa Maria tidak mengenal Yesus? Dia yang dicari, tetapi tidak dikenalnya ketika menyatakan diriNya. Apakah kesedihan diri menutup matanya sehingga tidak bisa melihat dengan pikiran bersih? Apakah pikiran yang melayang semaunya sendiri itu mengaburkan penglihatan mata? Maria berkutat pada pikiran dan perasaannya sendiri. Dia tidak mau tahu dengan orang lain dan lingkungan hidup di sekitarnya.  Kata Yesus kepadanya: 'Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?'.  SuaraNya pun tidak dikenalnya. Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: 'tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya'.  Pertanyaan Maria, sekali lagi, menunjukkan dirinya tetap berkutat pda perasaan dan pikirannya sendiri. Dia tidak mau tahu dentan kenyataan yang ada di sekitarnya, bahkan terhadap Tuhan Yesus yang menyapanya. Dia yang adalah Tuhan atas kebangkitan dan hidup tidak dilihat Maria sebagaimana adaNya.

'Maria!', sapa Yesus dengan nada agak tinggi. Barulah Maria sadar, dan dia berpaling dan berkata kepada-Nya: 'Guru', yang sepertinya sambil mendekati Yesus. Sahut Yesus:  'janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu'. Yesus masih ingat akan saudara dan saudariNYa. Namun mengapa Yesus membedakan AllahKu dan Allahmu, BapaKu dan Bapamu? Bukankah Dia pernah menyebut dan mengajarkan Bapa Kami yang ada di surga? Atau memamg malahan menegaskan bahwa BapaNya adalah Bapa kita juga, demikian dengan Allah kita? Apakah karena Dia sekarang telah melepaskan kodrat kemanusaianNya? Kapan Dia pergi kepada Bapa, apakah kelak nanti di hari kenaikanNya ke surga? Namun bukankah Dia akan berjumpa dengan saudara dan saudariNya di Galilea setelah melapor kepada Bapa? 

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: 'Aku telah melihat Tuhan!'. Maria Magdalena adalah seorang saksi kebangkitan

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami semakin mengenal Engkau, dan semoga kami semakin paham dan meresapi sabdaMu yang menyelamatkan itu. Semoga dengan sabdaMu itu, kami tidak berkutat pada diri kami sendiri, yang merasa diri benar dan tahu segalanya. Amin.

 

 

 

Contemplatio :

'Aku telah melihat Tuhan!'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening