Selasa dalam Pekan Paskah II, 14 April 2015


Kis 4: 32-37  +  Mzm 93  +  Yoh 3: 7-15

 

 

 

Lectio

Kata Yesus kepada Nikodemus: 'janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.  Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."  Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?" Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?  Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.  Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?  Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal".

 

 

 

 

Meditatio

'Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: kamu harus dilahirkan kembali.  Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh', tegas Yesus kepada Nikodemus, yang sepertinya sulit memahamiNya.  'Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?'. Sekali lagi hal ini sepertinya tidak pernah masuk dalam  pengajaran  Perjanjian Lama.  'Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?',  sahut Yesus kepadanya.  'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami'. Kenapa Yesus menggunakan kata kami? Atau ada salah terjemahan? Misalnya dengan menggunakan kata kita? Atau memang Yesus hendak mengatakan bahwa Dia berkata-kata atas nama Bapa yang mengutusNya? Kalau memang itu benar, mengapa kami tidak memakai huruf besar? Kami?  

'Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?'. Bukankah semua orang akan melihat dan merasakan hal-hal surgawi, sebagaimana pernah dikatakanNya kepada Natanael (Yoh 1: 50-51). Soal angin pun Nikodemus mengalami kesulitan untuk memahaminya, apalagi berkenaan dengan hal-hal rohani.  'Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia'. Bagaimana kita bisa juga berani belajar untuk semakin lebih memahami iman kepercayaan saudara-saudari kita muslim? Apakah semua bisa berubah mengingatkan karya penebusan Kristus Tuhan bagi seluruh umat manusia? Bukankah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan juga bagi setiap orang yang percaya? Namun tak dapat disangkal, bahwasannya Anak Manusia, Yesus Kristus, adalah Sabda yang telah menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya. Ia akan kembali ke surga setelah menyelesaikan segala tugas perutusanNya. Sebelum semuanya itu terjadi, yakni Dia kembali ke surga,  'Anak Manusia harus ditinggikan terlebih dahulu,  sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'. Salib adalah jalan menuju kemuliaan kekal hendak dijalani oleh sang Anak Manusia, juga  oleh setiap orang yang percaya kepadaNya.

Perayaan Paskah mengingatkan setiap orang akan misteri agung penyelamatan umat manusia oleh Kristus Tuhan.

 

 

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, memandang salib mengingatkan kami akan pengorbanan dan karya penyelamatanMu. Teguhkanlah iman kami, bahwa melalui saliblah jalan bagi kami menuju pada hidup yang kekal. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Anak Manusia harus ditinggikan,  supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening