Selasa dalam Pekan Paskah IV, 28 April 2015


Kis 11: 19-26  +  Mzm 87  +  Yoh 10: 22-30

 

 

 

Lectio

Suatu hari sebelum tiba hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.  Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.  Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."  Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,  tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.  Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,  dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.  Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."

 

 

 

Meditatio

'Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami', kata orang-orang Yahudi ketika berjumpa Yesus di serambi Salomo di bait Allah, Yerusalem. Pertanyaan menunjukkan adanya kepercayaan mereka pada diri Yesus sang Guru sebagai Mesias, tetapi masih juga ragu-ragu dan bimbang: benarkah Dia ini. Mendengar pertanyaan mereka, Yesus berkata: 'Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,  tetapi kamu tidak percaya'. Kapan sebenarnya Yesus pernah menyatakan diriNya secara eksplisit?  Memang tak dapat disangkal,  Yesus akan mengakui secara jujur di hadapan Pilatus, bahwa Dialah Raja, walau KerajaanNya bukan dari dunia ini? Malah secara tegas Yesus pernah mengatakan: 'apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan Ia, yang telah mengutus Aku, selalu menyertai Aku' (Yoh 8: 28-29). Mereka ragu dan bimbang, karena Yesus tidak pernah menyatakan diri, tetapi yang dilakukanNya menunjukkan bahwa Dia Mesias. Dia hanya melakukan segala yang dikehendaki Bapa di surga; dan banyak orang merasa kagum kepadaNya, karena Dia mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa.  Dia membuat yang buta melihat, yang bisu berbicara, yang timpang berjalan, bahkan Dia memberikan pengampunan dosa. Semuanya semakin membuat mata hati banyak orang terbuka dan bertanya-tanya: 'siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?' (Mrk 2: 7).

Namun begitu, Yesus sadar, bahwa mereka tidak percaya kepadaNya. Kenapa?  'Karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku', tegas Yesus. Namun sebaliknya, 'domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,  dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'. Semuanya itu terjadi karena Dia, Anak Manusia adalah Gembala yang baik, sebagaimana kita renungkan di hari Minggu Panggilan kemarin.  'Akulah Gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku  sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku'. Yesus memang tidak pernah berkata Akulah Kristus, tetapi secara tegas menyatakan diri sebagai Anak Manusia yang berkuasa atau pun sebagai Gembala. Semuanya dijadikanNya baik adanya; sekali lagi, itu semua terjadi karena kehendak Allah yang menyelamatkan seluruh umat manusia.

'Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa'. Penegasan Yesus semakin menyatakan bahwa kuasa untuk menyelamatkan memang telah dimilikiNya, bahkan sepertinya menjadi tanggungjawab Yesus dalam karya penyelamatan ini. Mengapa? Karena 'Aku dan Bapa adalah satu'. 

  

 

Oratio :

Ya Yesus Kristus, pertajam mata hati kami agar semakin jelas mendengar dan mengikut Engkau, serta berani dalam membagikan kabar sukacita kepada setiap orang, sehingga semakin banyak lagi orang yang percaya kepadaMu dan memperoleh keselamatan kekal. Amin

 

 

 

Contemplatio :

'Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening